
AMUNTAI – Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan (IPKS) Cabang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Komunitas Perupa HSU turut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-74 Kabupaten HSU dengan menggelar pameran lukisan sekaligus lomba mewarna bagi anak-anak, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang disambut antusias ini diselenggarakan di Kawasan Lapangan Pahlawan Amuntai, berdekatan dengan lokasi puncak acara perayaan hari jadi, sehingga menarik perhatian ribuan warga yang berkunjung.
Pameran lukisan ini menampilkan puluhan karya hasil kreasi para pelukis dan seniman lokal yang tergabung dalam kedua komunitas tersebut.
Beragam aliran dan gaya seni dipamerkan, mulai dari realis, surealis, abstrak, hingga karya yang mengangkat tema kearifan lokal, keindahan alam, serta dinamika kehidupan masyarakat Hulu Sungai Utara.
Beberapa karya unggulan bahkan menampilkan ciri khas budaya Banua, seperti potret kehidupan masyarakat pesisir, potret tokoh agama dan masyarakat, budaya dayung jukung, hingga keunikan itik Alabio yang menjadi ikon daerah.
Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi dunia seni dalam menyemarakkan hari jadi daerah, sekaligus upaya melestarikan dan mempromosikan kekayaan seni budaya yang dimiliki HSU.
Gusti Masdi, salah satu anggota komunitas asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengaku menyambut kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan seni kepada generasi muda.
”Kita dari Kandangan turut serta memeriahkan kegiatan ini, jadi anggota IPKS Kalsel berkolaborasi dengan IPKS Cabang HSU untuk memeriahkan kegiatan ini,” ungkapnya disela kegiatan.
Melalui pameran ini, pihaknya juga ingin membuka ruang apresiasi seni bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkenalkan identitas daerah lewat goresan kuas dan warna.
Di lokasi ini, berlangsung lomba mewarnai yang diikuti oleh ratusan anak-anak dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari PAUD hingga Sekolah Dasar.
Panitia menyiapkan hadiah dan trophy bagi para pemenang. Selain itu, panitia juga menyiapkan tema-tema yang berkaitan dengan kebudayaan dan keindahan daerah, sehingga selain menjadi ajang menyalurkan bakat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan penanaman rasa cinta tanah air sejak dini.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, selama pameran berlangsung, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan para pelukis, mempelajari proses pembuatan karya seni, bahkan ada juga karya yang ditawarkan untuk dijual dengan harga terjangkau. (MC HSU/Wahyu)
Edito Wahyu




