Jumat, 19 Juni 2026
Sosialisasi

‎TP PKK HSU GELAR SOSIALISASI KELUARGA INDONESIA SEHAT TANPA NARKOBA (KRISAN)

AMUNTAI – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Sosialisasi Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN) di Aula Sekretariat TP PKK HSU, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya para kader PKK, tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama pencegahan.

‎Kegiatan dihadiri Wakil Ketua TP PKK HSU Mayang Melanie Hero Setiawan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) HSU Amberani, para pengurus dan kader TP PKK HSU, serta narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) HSU, dr. Putri Cyntia Dewi.

‎Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol HSU, Amberani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi KRISAN sebagai upaya nyata dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga dan masyarakat.

‎“Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak kesehatan, masa depan generasi muda, serta ketahanan keluarga. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk TP PKK yang memiliki jaringan hingga tingkat desa,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negatif narkoba.

‎“Melalui kegiatan ini, kami berharap para kader PKK dapat menjadi pelopor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta mengajak keluarga untuk lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak dan lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

‎Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK HSU, Mayang Melanie Hero Setiawan mengatakan bahwa program KRISAN merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan keluarga terhadap ancaman narkoba.

‎“Sebagai kader PKK, kita memiliki tanggung jawab untuk ikut mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba. Pencegahan harus dimulai dari keluarga melalui pengawasan, komunikasi yang baik, dan perhatian terhadap pergaulan anak-anak,” katanya.

‎Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

‎“Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh peserta dapat menjadi agen informasi dan penggerak di lingkungan masing-masing dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan bebas dari narkoba,” ujarnya sekaligus membuka kegiatan sosialisasi.

‎Pada kesempatan tersebut, narasumber dari BNNK HSU dr. Putri Cyntia Dewi menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya peran keluarga dalam upaya pencegahan.

‎Ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam melindungi anak dari pengaruh narkoba. Orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik, memberikan perhatian, serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak.

‎Selain itu, dr. Putri juga mengingatkan peserta untuk mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba dan segera melakukan langkah pencegahan apabila menemukan gejala yang mengarah pada perilaku berisiko.

‎Melalui kegiatan KRISAN ini, diharapkan para kader TP PKK HSU semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (MC HSU/Nata/ Yudi)

‎Editor Wahyu