Rabu, 24 Juni 2026
KependudukanKesehatan

‎​TEKAN STUNTING, TP PKK HSU BENTUK PILOT PROJECTS GERAKAN KELUARGA SEHAT TANGGAP TANGGUH RENCANA ‎

AMUNTAI – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Hj. Murniati Sahrujani, secara resmi membuka kegiatan Pilot Project Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Rencana (GKSTTR).

‎​Acara yang berfokus pada edukasi program pencegahan dan penurunan stunting tingkat Kabupaten HSU tahun 2026 ini diselenggarakan di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) HSU, Selasa (23/6/2026).

‎​Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh Pokja 4 TP PKK Kabupaten HSU. Adapun para peserta yang berhadir merupakan perwakilan dari 10 desa yang menjadi lokasi khusus (loksus) penanganan stunting di Kabupaten HSU.

‎​Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, acara ini menghadirkan para narasumber ahli di bidangnya yang meliput keterwakilan dari berbagai instansi terkait, antara lain: ​TP PKK Kabupaten HSU, DPPKB HSU, Dinas Kesehatan HSU ​dan Dinas Ketahanan Pangan HSU.

‎​Para narasumber secara bergantian memaparkan materi seputar isu stunting, analisis data, hingga strategi penanganan yang tepat sasara

‎​Dalam sambutannya, Hj. Murniati Sahrujani menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa stunting adalah masalah besar yang tidak bisa diselesaikan sendiri, melainkan harus dihadapi secara bergotong-royong.

‎​”TP PKK HSU berkomitmen penuh dalam mengawal pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten HSU. Kita bersama-sama memahami permasalahan stunting dan menyimak berbagai analisis dari instansi terkait mengenai penanganannya,” ujar Murniati.

‎​Ia juga menaruh harapan besar kepada seluruh elemen yang hadir, mulai dari tenaga kesehatan, aparat desa, ketua PKK desa, hingga para kader posyandu. Menurutnya, mereka adalah kunci utama keberhasilan program ini di lapangan.

‎​”Saya berharap peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan aktif berdiskusi, karena para peserta merupakan ujung tombak di desa. Dengan sinergi yang baik antara aparat desa bersama kader, kita dapat menentukan keberhasilan pencegahan stunting ini,” pungkasnya.(MC HSU/ Yudi – RHN)

‎Editor Wahyu