Rabu, 24 Juni 2026
InfrastrukturLingkungan Hidup

‎MELALUI FGD IAD, PEMKAB HSU MATANGKAN PENGEMBANGAN KAWASAN TERPADU BERBASIS PERHUTANAN SOSIAL

AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Integrated Area Development (IAD) atau Area Pembangunan Terpadu berbasis Perhutanan Sosial di Mess Negara Dipa, Selasa (23/6/2026).

‎Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati HSU H. Sahrujani, Wakil Bupati Hero Setiawan, Sekretaris Daerah HSU, perwakilan Direktorat PUPS Kementerian Kehutanan, GGGI Indonesia, Kepala KPH Balangan, serta para camat dan kepala desa se-Kabupaten HSU.

‎Dalam sambutannya, Bupati HSU H. Sahrujani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya FGD tersebut.

‎Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penyusunan masterplan pengembangan wilayah terpadu berbasis perhutanan sosial yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

‎Menurutnya, Kabupaten HSU memiliki karakteristik wilayah lahan basah dan rawa yang kaya potensi sumber daya alam, seperti kerajinan purun dan rotan, sektor perikanan tangkap, hingga konservasi kerbau rawa.

‎Melalui pendekatan IAD, seluruh potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

‎Bupati juga menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah “Bangkit” serta program strategis daerah Rawa Makmur menuju HSU yang lebih maju, kuat, dan lestari. Penguatan ekonomi desa melalui konsep one village one company, hilirisasi produk unggulan, hingga pengembangan agroforestri menjadi fokus utama yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

‎Selain itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor atau pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

‎Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat dicapai tanpa sinergi seluruh pemangku kepentingan.

‎Sementara perwakilan kementerian, lembaga teknis, serta mitra pembangunan seperti GGGI Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi proses perencanaan hingga penyusunan masterplan IAD di HSU.

‎FGD ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi konkret, peta jalan pembangunan yang jelas, serta program yang dapat langsung diimplementasikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di Hulu Sungai Utara. (MC HSU/NATA/FEBRI)

‎Editor Wahyu