
Amuntai – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan Dr. (Hc) H. Supian HK, SH bersama anggotanya mengawal proses pembersihan 8,2 Km sungai di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Sungai yang akan dibersihkan pada tahun 2018 ini terbentang di tiga kecamatan, yakni wilayah Kecamatan Sungai Tabukan tepatnya di desa Rantau Bujur Darat menuju wilayah Kecamatan Danau Panggang seperti Desa Longkong, Desa Baru, Desa Teluk Mesjid, Desa Pandamaan dan Desa Danau Panggang. Berikutnya adalah wilayah Kecamatan Babirik seperti Desa Parupukan.
“Kami (Komisi III, red) bersama Kepala Dinas Perhubungan Kalsel memastikan pembersihan dilaksanakan pada tahun ini juga,” ujarnya.
Menurutnya, pembersihan sungai ini merupakan aspirasi warga yang bermukim di daerah aliran sungai saat menggelar reses beberapa waktu yang lalu. Saat ini, kondisi sungai-sungai sangat memprihatinkan. Ketika musim kemarau sangat dangkal. Ketika musim penghujan banyak desa-desa di bantaran sungai mengalami banjir.
“Mayoritas warga mencari nafkah menggunakan sungai. Bukan hanya mencari ikan saja, tapi bertani hingga ke pasar melalui sungai,” bebernya.
Pengusaha yang memilih terjun ke panggung politik tersebut menambahkan, tidak ada alasan lagi baginya untuk tidak memperjuangkan harapan warga agar sungai-sungai bisa berfungsi normal.
Senada, anggota komisi III lainnya H. Hormansyah, S.Ag, SH mengatakan, dengan bersihnya sungai-sungai tersebut, tidak hanya aktivitas warga yang menjadi nyaman, tetapi menjadi salah satu upaya meminimalisir banjir yang kerap melanda HSU.
“Kami prihatin banjir yang kerap melanda HSU. Dengan bersihnya sungai-sungai nanti, semoga dapat mengatasi banjir,” harapnya.
Anggota Badan Anggaran ini berjanji akan mem-back up berapapun anggaran yang dibutuhkan, asalkan seluruh sungai yang sudah direncanakan dapat dibersihkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel Drs. H. Rusdiansyah, SH., MH sangat mengapresiasi komitmen legislatif. Ditambah lagi keseriusan jajaran pemerintahan di HSU, baik Camat hingga Kepala Desa menjadi dasar pihaknya dalam membuat anggaran.
“Kita dukung 1000 persen pembersihan sungai ini, bukan 100 persen lagi. Karena sungai ini untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyatakan sepakat bila sungai ini menjadi urat nadi masyarakat. Lancarnya sungai sangat membantu warga, ditambah lagi bersihnya sungai menjadi salah satu solusi mengatasi banjir.
“Kami pastikan tahun ini juga dikerjakan. Kami terus mempersiapkannya,” pungkasnya. (Diskominfo/tim/indah)
![]()




