
Amuntai – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sosialisasikan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya di kalangan pelajar.
Kegiatan dalam bentuk kampanye cerdas menggunakan kosmetik pada generasi milenial tersebut dilaksanakan di SMKN 1 Amuntai, Jum’at (15/2).
“Kami dari Kantor Badan POM hadir di sini dalam rangka mensosialisasikan terkait adanya bahaya kosmetik ilegal yang beredar di pasaran. Kami juga mengawasi peredarannya. Kami mensosialisasikan hal ini agar jika ada yang ingin berjualan kosmetik, sebelumnya harus mengetahui terlebih dahulu bahwa kosmetik tersebut tidak mengandung bahan berbahaya dan ilegal,” kata Kepala BPOM HSU Bambang Hery Purwanto.
Dalam kesempatan itu, Bambang juga menjelaskan kepada siswa seputar kosmetik beserta tips untuk memilihnya, guna menghindari kosmetik berbahaya.
“Semua bahan yang kita gunakan yang bersentuhan dengan kulit yang bukan berfungsi untuk pengobatan adalah kosmetik. Jangan asal pilih kosmetik, pastikan tanggal kadaluarsanya, cek segel dalam keadaan baik. Contoh bahan yang ilegal misalnya pada kemasan/segelnya dalam keadaan rusak,” jelas Bambang.
Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber Detty Mizetha yang merupakan pemenang lomba blog dari BPOM. Dia turut menjelaskan seputar kosmetik dan peredarannya.
“Sekarang kosmetik sudah banyak yang menjual. Kita harus menggunakan kosmetik yang tidak membahayakan kulit. Namun, ada juga kosmetik yang aman, tetapi saat kita gunakan alergi, karena itu merupakan penyesuaian dengan kulit kita. Peredaran kosmetik ilegal sangat mudah melalui online shop. Cara kita menanggulanginya adalah perlunya kerjasama antara masyarakat dengan Badan POM,” tandasnya.
Sementara itu, sosialisasi seputar kosmetik ini disambut baik oleh pihak sekolah, karena sangat bermanfaat untuk diketahui para siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswi kami yang sudah bisa menggunakan kosmetik. Kita tahu bahwa kosmetik yang beredar di masyarakat sangat bermacam-macam produk yang ditawarkan. Agar tidak salah dalam menggunakan produk kosmetik, maka kita harus mengetahui kosmetik yang aman dan sesuai,” kata Wakil Kepala SMKN 1 Amuntai H.Syafrudin. (Diskominfo/ikhsan/irwin)




