
Amuntai – Dinas Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengadakan pertemuan dengan pembudidaya dan penangkap ikan, bertempat di aula MAN 2 Amuntai, Selasa (17/4).
Pertemuan tersebut dalam rangka penyuluhan tentang budidaya ikan, diikuti para warga dan kelompok nelayan, dengan 3 orang narasumber diantaranya Kepala Dinas Perikanan HSU Ir. H. Muhammad Suriani, M.Si yang menjelaskan tentang budidaya ikan, Koordinator Penyuluh Perikanan H. Agus Herianto yang menjelaskan tentang pasca panen ikan, dan perwakilan Bank BRI Cabang Amuntai Sahil yang menjelaskan tentang modal usaha dan asuransi.
Kepala Dinas Perikanan HSU Suriani mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk silaturrahmi dengan para nelayan dan pembudidaya ikan untuk mengembangkan usaha agar lebih maju lagi, karena daerah HSU dikenal sebagai kota ikan.
“Sesuai dengan harapan Bupati untuk daerah HSU yang kaya dengan air dan ikan, kini produksi ikan sudah mencapai 12.300 ton dan budidaya 600 ton,” ungkapnya.
Suriani menambahkan, budidaya ikan ini juga dapat melibatkan Bank BRI yang menyalurkan KUR dengan bunga 7%. Dengan begitu para warga yang ingin membudidayakan ikan dapat meminjam uang di bank sebagai modal usaha. Modal usaha tersebut dapat mendorong para nelayan untuk mengembangkan pengolahan ikan dengan teknik budidaya.
“Sekarang juga ada terobosan baru yaitu pembudidayaan ikan lokal yaitu ikan alami/organik, seperti ikan sepat siam dan gabus yang dapat menjadi potensi besar di HSU. Akan banyak keuntungan yang bisa didapat oleh nelayan dengan pembudidayaan ikan lokal, karena nilai jual yang lebih mahal dan masyarakat sudah mengerti tentang pentingnya makan ikan untuk kesehatan, kecerdasan, dan pemenuhan gizi untuk janin dalam kandungan, bayi, anak dalam masa pertumbuhan, bahkan untuk orang dewasa,” papar Suriani.
Suriani menambahkan, selain untuk mendukung penyediaan gizi, ikan juga mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan, sehingga dapat didorong dengan budidaya ikan.
“Saat ini ada teknologi fish pen (pen culture) yang dapat memberikan lebih besar keuntungan, karena dengan fish pen pertumbuhan ikan lebih cepat, makanan ikan alami agar rasa ikan lebih lezat, dan angka kematiannya lebih rendah, sehingga total keuntungannya lebih tinggi,” lanjutnya.
Melalui penyuluhan ini, ia berharap tidak ada masalah jika warga pembudidaya ikan ingin meminjam uang untuk menyiapkan modal, karena lahan siap dan pasarnya juga siap, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mewujudkan rawa makmur di HSU (Diskominfo/ikhsan)
![]()




