
AMUNTAI – Puskesmas Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) meluncurkan inovasi kesehatan lingkungan berbasis edukasi aksi nyata bertajuk SIGAP LAP (Siap Gerak Lihat Ambil Pilah Sampah). Inovasi ini dihadirkan untuk membangun kultur perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta budaya peduli lingkungan sejak dini di lingkungan sekolah.
Inovator program, Nurul Azkia, menjelaskan bahwa SIGAP LAP bukan sekadar gerakan pembersihan biasa, melainkan sebuah terobosan intervensi perilaku yang mendorong siswa bertransformasi dari sekadar penerima teori menjadi penggerak perubahan (agent of change).
”Melalui gerakan ini, siswa diajak untuk siap bergerak ketika melihat sampah, mengambilnya, kemudian memilah sesuai jenisnya. Kami mengedukasi mereka agar tidak ragu bertindak langsung,” ujar Nurul di sela kegiatan pemilahan sampah di SMPN 4 Amuntai, Jumat (21/8/2026).
Penerapan inovasi SIGAP LAP mengusung slogan “Lihat Sampah, Jangan Diam!” untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama warga sekolah. Pendekatan ini mengombinasikan tiga elemen utama.
Siswa dibekali pemahaman langsung mengenai klasifikasi jenis sampah organik dan anorganik serta tata cara pemilahannya.
Guru dan seluruh staf sekolah dilibatkan aktif sebagai teladan untuk menjaga konsistensi gerakan.
Mengubah kebiasaan menunggu petugas menjadi kesadaran mandiri yang berkesinambungan.
Puskesmas Sungai Malang berharap inovasi SIGAP LAP dapat membentuk pembiasaan jangka panjang. Kebiasaan baik yang terbangun di sekolah diharapkan membawa dampak domino yang positif hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas.
(MC HSU/RHN – PKM SEI MALANG)
Editor Wahyu




