INOVASI “SIKAT” SABUN KERTAS DILUNCURKAN , PUSKESMAS SUNGAI MALANG DORONG BUDAYA CTPS DI SEKOLAH

AMUNTAI – Guna memperkuat budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini, Puskesmas Sungai Malang resmi meluncurkan inovasi kreatif berupa SIKAT (Sabun Inovatif Kertas untuk Anak Tanggap Kebersihan Tangan). Sosialisasi penggunaan sabun lembaran ini menyasar siswa di SMPN 4 Amuntai, Rabu (26/8/2026), sebagai solusi praktis mendorong kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di lingkungan sekolah.
Inovasi SIKAT lahir untuk menjawab keterbatasan akses sabun konvensional yang kerap dinilai kurang praktis oleh para siswa. Berbentuk lembaran kertas tipis, sabun ini dirancang mudah dibawa (portable), higienis, dan menarik visualnya bagi anak-anak. Saat digunakan, siswa cukup mengambil satu lembar, membasahinya dengan air mengalir, lalu menggosok tangan sesuai langkah CTPS yang benar hingga berbusa.
Bentuk lembaran kertas membuat sabun mudah disimpan di dalam saku atau tempat pensil tanpa risiko bocor.
Keunikan format sabun kertas mengubah kegiatan cuci tangan dari rutinitas membosankan menjadi pengalaman interaktif yang diminati siswa.
Siswa didorong menjadi agen perubahan (agent of change) untuk saling mengingatkan sesama teman agar mencuci tangan di waktu-waktu krusial-seperti sebelum makan, usai dari toilet, dan setelah beraktivitas di luar ruangan.
Nurul Azkia salaku inovator Puskesmas Sungai Malang menegaskan bahwa pendekatan SIKAT berfokus pada keterlibatan aktif siswa.
Edukasi tidak sekadar menyampaikan teori kesehatan, tetapi memberikan alat kerja nyata yang melatih kemandirian dan keterampilan menjaga kebersihan diri.
”Inovasi ini adalah bentuk edukasi yang tidak hanya berupa teori namun secara aktif melatih kemandirian dan keterampilan dalam menjaga kebersihan diri dengan alat kerja yang lebih mudah dan unik,” tegas sang inovator.
Melalui sinergi antara pihak puskesmas dan sekolah, penerapan SIKAT diharapkan mampu menekan risiko penularan infeksi penyakit di lingkungan pendidikan. Langkah sederhana berupa penggunaan satu lembar sabun kertas ini menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter generasi muda yang tanggap kebersihan dan mewujudkan sekolah sehat berkelanjutan.
(MC HSU/RHN – PKM SEI MALANG).
Editor Wahyu




