Selasa, 12 Mei 2026
KeagamaanUmum

‎​MASUK GELOMBANG KEDUA , JEMAAH HAJI KLOTER 11 HSU WAJIB BERIHRAM DARI EMBARKASI ‎

BANJARBARU – Suasana haru dan khidmat menyelimuti acara pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 11 asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang berlangsung pada Jumat malam (9/5/2026).

Berbeda dengan gelombang pertama, jemaah kloter ini mendapatkan instruksi khusus terkait tata cara keberangkatan menuju tanah suci.

‎​Salah satu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten HSU Hj. Mahrina, menyampaikan bahwa JCH Kloter 11 HSU, Embarkasi Banjarmasin (BJM) ini resmi memasuki gelombang kedua.

Hal ini menyebabkan rute penerbangan dilakukan langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, bukan lagi mendarat di Madinah.

‎​Karena pesawat akan melintasi batas wilayah miqat (titik dimulainya niat ihram) saat masih berada di udara, para jemaah diwajibkan untuk sudah mengenakan kain ihram sejak berada di tanah air.

‎​”Karena penerbangan langsung ke Jeddah akan melewati batas tempat yang ditetapkan bagi seorang jemaah untuk mengambil niat (miqat), maka jemaah diwajibkan memakai kain ihram sejak keberangkatan atau dari embarkasi asal,” ujar Mahrina perwakilan PPIH HSU.

‎​Keputusan untuk mewajibkan penggunaan ihram sejak dari embarkasi bukan tanpa alasan, PPIH menekankan beberapa poin penting bagi para jemaah yaitu; ​Jemaah diimbau melakukan mandi sunah miqat dan mengenakan kain ihram di embarkasi karena fasilitas di atas pesawat sangat terbatas.

‎ Jika mengenakan ihram dilakukan di atas pesawat, dikhawatirkan jemaah akan melewati batas miqat sebelum selesai bersiap, yang mengakibatkan tidak terpenuhinya syarat miqat.

‎​Jemaah yang melewati batas miqat tanpa berihram diwajibkan membayar Dam (denda). Dengan bersiap sejak awal, jemaah hanya perlu melafalkan niat ihram begitu pilot memberikan pengumuman saat pesawat berada di atas koordinat miqat.

‎​Prosesi pelepasan yang berlangsung pada Jumat malam tersebut diiringi doa bersama dari keluarga dan kerabat jemaah.

Dengan persiapan ihram yang dilakukan sejak di embarkasi, diharapkan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan fokus tanpa merasa terburu-buru saat berada di dalam pesawat.

‎​Pihak PPIH juga terus memberikan pendampingan intensif agar seluruh jemaah kloter 11 dapat melaksanakan rukun dan wajib haji sesuai dengan syariat yang berlaku.
‎(MC – HSU/RHN/Tim)

‎Editor Wahyu