Selasa, 12 Mei 2026
Umum

‎PPIH EMBARKASI BANJARMASIN PERKETAT BARANG BAWAAN JCH ASAL HSU

BANJARMASIN – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin kembali melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 11 asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Dalam pemeriksaan koper bagasi untuk keberangkatan musim haji 1447 H / 2026 M ini, petugas masih menemukan sejumlah barang yang dilarang untuk dibawa ke tanah suci.

‎​Ada fenomena menarik pada pemeriksaan tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya petugas sering menyita peralatan elektronik seperti alat masak listrik (rice cooker), alat penghalus bumbu (blender), hingga ikan kering dan lauk pauk awetan dalam jumlah besar, tahun ini barang-barang tersebut sudah tidak ditemukan lagi.

‎​Namun, petugas justru menemukan jenis barang lain yang tetap dilarang masuk ke dalam bagasi pesawat, antara lain:

‎​Bahan Mentah, Bawang merah, bawang putih, dan bumbu dapur sejenisnya, dalam jumlah yang besar.

‎​Buah-buahan, berbagai jenis buah segar yang rencananya akan digunakan untuk mengolah sambal di tanah suci.

‎​Elektronik berbahaya seperti power bank yang disimpan di dalam koper bagasi (seharusnya berada di tas kabin dengan ketentuan tertentu).

‎Menurut Kepala Seksi Bina Haji dan Umrah dan pelayanan Haji Kantor Kementerian Haji dan Umrah Hulu Sungai Utara, Hj Dwi Hariyati, menyampaikan bahwa,
‎​ketegasan petugas tahun ini didasarkan pada regulasi ketat di mana PPIH didampingi langsung oleh Badan Karantina.

‎Hal tersebut bertujuan untuk mencegah masuknya material organik yang berpotensi membawa organisme pengganggu tumbuhan.

‎​”Barang-barang yang sifatnya bisa berkembang atau masuk kategori bibit tanaman dilarang keras. Begitu pula dengan barang yang mudah meledak seperti power bank tidak diperkenankan masuk ke bagasi demi keselamatan penerbangan,” ujar Dwi Hariyati, saat di temui di Asrama Haji Banjarbaru ,Jum’at (8/5/2026) sore.

‎​Barang-barang temuan tersebut terpaksa dikeluarkan dari koper dan diserahkan kembali kepada petugas daerah asal jamaah.

‎​​Pihak PPIH Kemenag HSU mengapresiasi para jemaah yang mulai patuh dengan tidak lagi membawa peralatan masak listrik.

Meskipun edukasi dan sosialisasi telah dilakukan secara masif selama masa persiapan, petugas menyadari berbagai situasi di lapangan membuat beberapa jemaah masih mencoba membawa barang-barang tersebut.

‎​Dengan sterilisasi barang bagasi ini, diharapkan seluruh jemaah dapat terbang menuju tanah suci dengan aman, nyaman, dan tetap sesuai dengan regulasi penerbangan internasional.
‎(MC – HSU/RHN)

‎Editor Wahyu