
Amuntai – Dinobatkannya Perpustakaan Cahaya Ilmu milik Desa Galagah Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mewakili Provinsi Kalimantan Selatan dalam Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan tingkat Nasional Tahun 2018, perpustakaan tersebut mengikuti proses penilaian dari Tim Penilai Lomba, Senin (30/7).
Rombongan Tim Penilai yang dipimpin Tengku Syamsul Bahri yang dikenal sebagai Pustakawasan Utama dari Perpustakaan Nasional, Jajaran Kemendagri, Kepala Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalsel, serta Wakil Bupati HSU H. Husairi Abdi, Lc disambut penuh sukacita.
Penampilan drumband MTs NU Jadul Maad yang memukau berpadu dengan ratusan anak-anak PAUD dan TK setempat menambah semarak suasana penyambutan rombongan tim penilai lomba.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati HSU H. Husairi Abdi mengucapkan selamat datang kepada rombongan tim penilai lomba, serta mengapresiasi keberhasilan Perpustakaan Cahaya Ilmu yang menjadi duta Kalsel di tingkat nasional, tentunya dalam lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Tahun 2018.
“Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi dan menginspirasi kita semua, karena kalau kita benar-benar berbuat secara maksimal dan penuh kesungguhan, maka hasilnya bakal memuaskan,” ucapnya.
Terkait penilaian lomba, Husairi berharap perpustakaan Cahaya Ilmu memperoleh hasil yang memuaskan dan bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
“Tentunya perpustakaan ini memenuhi seluruh indikator penilaian sehingga kita berhak meraih juara,” terangnya.
Namun demikian, Wabup optimis perpustakaan Cahaya Ilmu sebagai role model dalam standarisasi perpustakaan desa yang bermutu dan berkualitas.
“Kami bangga perpustakaan Cahaya Ilmu ini telah masuk nominasi Enam besar pada lomba perpustakaan desa tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) HSU Hj. Lailatannor Raudah, S.Sos, M. Si menjelaskan, lomba ini merupakan program kerja perpustakaan nasional. Diakuinya bahwa perpustakaan desa belum banyak di daerah ini, namun ia optimis bakal bermunculan seiring adanya MoU dengan Kemendes bahwa dana desa boleh dibangun perpustakaan desa.
Hadirnya perpustakaan ini bisa menjadi inspirasi dalam pengembangan perpustakaan di setiap desa, yang paling utama adalah itikad, niat, dan keinginan untuk memiliki dan mengembangkan perpustakaan.
“Dari berapa ratus perpustakaan desa dan kelurahan di Kalsel, perpustakaan Cahaya Ilmu menjadi yang terbaik dan mewakili Kalsel di kancah nasional,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Galagah Fahrurrazi berharap agar perpustakaan “Cahaya Ilmu” yang dinobatkan sebagai duta Kalsel dalam lomba Perpustakan Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2018 mampu meraih yang terbaik.
Ia bertekad menjadikan perpustakaan tersebut selalu menjadi sumber belajar masyarakat yang dapat meningkatkan pengetahuan, tempat belajar, dan bermain anak guna menciptakan masyarakat yang cerdas dan berkualitas.
“Berharap Perpustakan semakin berkembang melalui evaluasi dan penilaian bahkan menjadi yang terbaik nantinya,” tuturnya. (Diskominfo/tim/indah)
![]()




