Jumat, 11 September 2026
Umum

‎PEMKAB HSU GANDENG BUNDA PAUD DAN GOW, CEGAH PERUNDUNGAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH

AMUNTAI — Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU berkolaborasi dengan Bunda PAUD HSU dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) HSU menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi pada Satuan Pendidikan Dasar Kabupaten HSU Tahun 2026.


Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (11–12 September 2026), di Aula Disdikbud HSU, diikuti ratusan kepala sekolah tingkat dasar se-Kabupaten HSU.

‎Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab HSU menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari tindakan diskriminatif.

‎Kepala Disdikbud HSU, Rahman Heriadi, menegaskan pendidik merupakan pilar utama pencegahan perundungan dan intoleransi di sekolah. Pencegahan dapat dimaksimalkan melalui pembelajaran sehari-hari serta keteladanan para pendidik.

‎”Sebagai teladan, kita wajib memberikan contoh yang baik serta terus menyampaikan dampak buruk dan kerugian akibat perundungan, kekerasan, dan intoleransi kepada para siswa,” tegas Rahman.

‎Bunda PAUD HSU, Murniati Sahrujani, mengajak seluruh elemen mempererat sinergi mulai dari dinas, kepala sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat guna menjamin hak anak mendapatkan pendidikan tanpa perbedaan perlakuan.

‎”Kita wajib memastikan lingkungan belajar anak-anak aman, nyaman, dan ramah. Sekolah Dasar di HSU harus menjadi miniatur kebhinekaan yang inklusif tanpa diskriminasi latar belakang, ras, agama, maupun kondisi fisik,” ujar Murniati.

‎Sementara itu, Ketua GOW HSU, Mayang Melani Hero Setiawan, yang hadir sebagai narasumber menyoroti dampak psikologis perundungan terhadap tumbuh kembang anak.

Ia mengimbau agar tidak ada pihak yang menganggap remeh perundungan sekecil apa pun.

‎”Dampak psikologis perundungan sangat berat. Tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga bisa mematikan kreativitas dan rasa percaya diri korban,” jelas Mayang.

‎Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab HSU menegaskan komitmen terus hadir dan membentengi generasi penerus dari ancaman kekerasan fisik maupun psikologis di lingkungan pendidikan.(MC HSU / RHN — TIM)

Editor: Wahyu