
AMUNTAI – Meskipun pencapaian target nasional perekaman KTP Elektronik (e-KTP) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) telah tercapai, namun disadari masih saja ada warga yang beranggapan tidak pentingnya akan data kependudukan.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil HSU Hj Ida Rimaliana, di sela-sela kegiatan sosialisasi kebijakan kependudukan dan perekaman data e-KTP secara langsung di beberapa desa se-Kabupaten HSU, Jum’at (29/3) mengungkapkan, bahwa masih ada saja warga masyarakat yang beranggapan bahwa mempunyai Kartu Kependudukan atau e-KTP tidak terlalu penting, karena berbagai alasan, termasuk pengetahuan dan pendidikan yang masih rendah.
“Namun, ketika sudah kepepet dan dalam keperluan mendesak seperti untuk keperluan berobat ke rumah sakit, baru orang tersebut menyadari kalau KTP sangat diperlukan sewaktu itu,” terang Ida.
Oleh karena itu, dirinya berharap agar para warga masyarakat di pelosok-pelosok desa di kabupaten HSU tidak lagi beranggapan seperti demikian, sehingga melalui program rekam data e-KTP dan pembuatan surat KK secara langsung (jemput bola) bagi masyarakat desa se-Kabupaten HSU dapat teratasi secara langsung.
Ia menyebut pada tahun 2018 Disdukcapil HSU telah melakukan kegiatan sosialisasi terhadap 40 desa dan 40 desa menerima program rekaman data e-KTP secara langsung oleh tim Disdukcapil HSU.
“Sementara di tahun 2019 ini, kami akan melakukan perekaman data e-KTP ke 40 desa, dan sosialisasinya 45 desa, termasuk sosialisasi KIA,” katanya.
Ida menambahkan, meski segala proses data kependudukan bersifat dinamis selalu berubah-ubah, namun untuk pencapaian target yang telah dicapai Disdukcapil HSU telah melebihi target 100% yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Karena ada pertambahan kelahiran, ada yang pindah datang, ada yang pindah keluar dan termasuk anak yang baru memasuki usia 17 tahun,” ujarnya.
Ini sebagai program pemerintah pusat mengenai nawacita yang di dalamnya bertujuan untuk memberikan pendataan kependudukan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk program e-KTP secara langsung dengan melakukan jemput bola.
“Dengan ini diharapkan segala permasalahan mengenai data-data kependudukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara semakin tahun semakin berkurang dan dapat teratasi,” pungkasnya. (Diskominfo/Wahyu)
![]()




