Rabu, 30 September 2026
Umum

‎LUNCURKAN APLIKASI SITELADAN, DISDIKBUD HSU TERAPKAN ABSENSI DIGITAL BIOMETRIK BAGI 536 GURU DAN TENDIK NON-ASN ‎

AMUNTAI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) resmi meluncurkan aplikasi SITELADAN, sistem absensi digital berbasis biometrik untuk memantau kedisiplinan serta mempermudah administrasi kepegawaian guru dan tenaga kependidikan Non-ASN di seluruh jenjang pendidikan, Rabu (30/9/2026).
‎
‎Peluncuran sekaligus bimbingan teknis penerapan aplikasi ini berlangsung selama tiga hari, 28–30 September 2026, di Aula Disdikbud HSU. Sistem ini akan diterapkan kepada 536 orang penerima insentif dari Pemerintah Daerah HSU yang mengabdi di lingkungan TK, SD, hingga SMP se-kabupaten.
‎
‎SITELADAN memungkinkan pengguna melakukan presensi langsung melalui perangkat gawai berbasis Android. Teknologi pemindai biometrik yang tertanam di dalamnya memverifikasi identitas secara langsung dan real-time, sehingga mampu menekan potensi pemalsuan kehadiran termasuk manipulasi lokasi maupun titip absen dengan tingkat keandalan di atas 85 persen. Seluruh data kehadiran terekam dan tersinkronisasi langsung ke pusat data Disdikbud HSU.
‎
‎Penerapan sistem ini juga memangkas biaya, karena sekolah tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk pembelian maupun perawatan mesin absensi fisik.
‎
Disdikbud menetapkan masa uji coba selama satu bulan guna menguji kestabilan sistem, keterjangkauan jaringan di wilayah pelosok, serta kemudahan penggunaan bagi para pendidik.
‎
‎Ke depannya, SITELADAN akan dikembangkan menjadi layanan mandiri yang terintegrasi, termasuk fitur perizinan elektronik sehingga pengajuan cuti, izin sakit, maupun tugas luar dapat dilakukan secara kertas (paperless).
‎
‎Kepala Disdikbud HSU menyatakan inovasi ini merupakan wujud komitmen tata kelola yang transparan dan akuntabel.
‎
‎”Peluncuran SITELADAN adalah bukti komitmen kami menghadirkan tata kelola yang bersih dan akuntabel. Kami ingin memastikan setiap rupiah insentif dari Pemda HSU tersalurkan secara adil dan tepat sasaran, sejalan dedikasi kawan-kawan pendidik di lapangan. Masa uji coba satu bulan ini akan kami maksimalkan untuk menyempurnakan sistem sebelum diberlakukan secara penuh,” ujarnya.
‎
‎Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud HSU menambahkan, pengelolaan data kehadiran secara manual dinilai tidak efisien dan rawan kesalahan. Dengan sistem biometrik, akurasi dapat dipertanggungjawabkan sekaligus meringankan beban administrasi sekolah.
‎
‎Para pendidik menyambut baik langkah ini. Muhamad Zein, guru honorer penerima insentif, mengaku khawatir di awal namun merasa terbantu setelah mengikuti pelatihan.
‎
‎”Ternyata sangat praktis, cukup lewat HP. Sistem ini menjamin keadilan — yang benar-benar hadir dan mengajar akan diakui. Kami juga menyambut baik rencana fitur perizinan yang akan datang, pasti sangat mempermudah urusan administrasi,” ungkapnya.
‎
‎Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, SITELADAN diharapkan menjadi tonggak manajemen kepegawaian pendidikan yang lebih modern, adil, dan transparan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.(MC HSU/Wahyu/dkk)
‎
Editor: Dedi