Sabtu, 14 Maret 2026
Inovasi

LOMBA TEKNOLOGI TEPAT GUNA HSU 2025, DORONG INOVASI MASYARAKAT LOKAL

AMUNTAI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) gelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat kabupaten tahun 2025.

Lomba TTG ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat dalam menciptakan alat atau sistem teknologi yang sederhana, murah, ramah lingkungan, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil menengah.

Bertempat di Aula Kantor PMD HSU diikuti 11 peserta dari berbagai inovator di seluruh kecamatan di HSU, Rabu (3/9/2025).

Kepala Dinas PMD HSU, Rijali Hadi dalam sambutannya menyampaikan, peraturan menteri dalam negeri nomor 20 tahun 2010 tentang pemberdayaan masyarakat dengan teknologi tepat guna. Menegaskan bahwa dalam rangka efisiensi, efektivitas, peningkatan nilai tambah dan mutu hasil produksi kegiatan masyarakat, perlu dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan teknologi tepat guna.

“Salah satu tujuan dilaksanakannya lomba inovasi TTG ini adalah sebagai sarana untuk menjaring ide-ide TTG kreasl inovasi (krenova) dan unggulan masyarakat untuk menunjang pengembangan wilayah melalui penemuan TTG berbasis kearifan lokal dan potensi daerah,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan menjadi motivasi untuk memantapkan program pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan TTG serta mendorong mengembangkan ide-ide kreatif dalam upaya mencari solusi atas permasalahan di desa melalui alat teknologi tepat guna yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat.

Salah satu sorotan utama tahun ini datang dari Alat Pemipih Purun dan Ilung (Al Pilung) yang berhasil keluar sebagai juara pertama.

Alat ini dirancang untuk mempermudah proses penganyaman purun, bahan baku khas daerah rawa Kalimantan Selatan yang selama ini digunakan untuk membuat tikar, tas, dan berbagai kerajinan tangan lainnya.

Inovator Al Pilung, Rahmatullah, warga Kecamatan Sungai Pandan, menyampaikan bahwa ide alat ini berawal dari keprihatinannya melihat para pengrajin purun yang kerap mengalami kelelahan karena proses anyaman yang masih dilakukan secara manual.

“Dengan alat ini, proses anyaman bisa lebih cepat dan hasilnya lebih rapi. Alatnya sederhana, tapi sangat membantu ibu-ibu pengrajin di kampung kami,”beber Rahmatullah usai menerima penghargaan.

Adapun para pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan. Juara pertama akan mewakili Kabupaten HSU ke ajang Lomba TTG tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. (MC HSU/RizkiH/Jimmy/Ikhsan)

Editor Wahyu

error: KONTEN DILINDUNGI !