Kamis, 27 Agustus 2026
Inovasi

DESA PAKACANGAN LAHIRKAN 41 GAGASAN INOVASI MASYARAKAT: POTENSI DAERAH RAWA BISA JADI SOLUSI LUAS

AMUNTAI — Pemerintah Desa Pakacangan, Kecamatan Amuntai Utara, membuktikan bahwa kekuatan pembangunan lahir dari akar rumput. Dalam kegiatan penguatan dan pengembangan inovasi daerah yang pernah dilakukan sebelumnya tercatat sebanyak 41 gagasan strategis berhasil disusun dan disiapkan penerapannya oleh masyarakat.

‎Langkah ini menegaskan bahwa desa termasuk wilayah berkarakteristik rawa merupakan sumber gagasan kreatif yang mampu mengangkat kemajuan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

‎Melalui penguatan dan pengembangan inovasi daerah menjadi wadah bagi para inovator lokal untuk menyampaikan ide, menerima arahan teknis, serta mempertegas komitmen bersama mengubah gagasan menjadi karya nyata.

‎Cakupan inovasi sangat luas dan menyentuh kebutuhan nyata warga: mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, lingkungan hidup, budaya, pendidikan, pelayanan publik, ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan teknologi lokal.

‎Kepala Desa Pakacangan, Teguh Budiyuwono, memecah anggapan bahwa inovasi hanya milik kalangan tertentu.

‎Menurutnya, warga yang hidup sehari-hari di tengah lingkungan paling paham letak permasalahannya sekaligus kunci jawabannya.

‎“Jangan pernah merasa bahwa inovasi itu hanya milik orang-orang yang pintar teknologi atau mereka yang bekerja di kantor. Inovasi adalah milik kita semua, Jangan anggap ide sederhana itu kurang justru dari kesederhanaan bisa lahir perubahan luar biasa,” ujar Teguh, Kamis (27/8/2026) disela kegiatannya di desa Pakacangan.

‎Ia juga menekankan strategi melihat kondisi geografis: wilayah rawa bukan sekadar kendala, melainkan aset khas dan sumber inspirasi pembeda. Tantangan lingkungan tersebut mendorong terciptanya pendekatan unik yang tidak dimiliki daerah lain.

‎Beberapa di antara 41 inovasi unggulan yang dikembangkan warga:
‎- PETANG GRHA: Pertanian tanam apung berbasis rumah hijau untuk lahan rawa
‎- JANTUNG ADERA: Jalan terapung sebagai penghubung antarwilayah terisolasi
‎- KAPTEN LANTING: Kapal tangki tinja portabel dan efisien pelayanan keliling
‎- DETRANS PELAYANTARA: Pemanfaatan wahana terpadu bagi petani dan nelayan
‎- MULOK BABANDIR BAGAWI PABUDILUHUR: Upaya pelestarian bahasa dan budaya Banjar di jalur pendidikan
‎- PROPOLINTASKU: Posyandu keliling yang inklusif bagi penyandang disabilitas
‎- Bidang Ekonomi & Energi: Meliputi rumah industri olahan pertanian/perikanan/peternakan, sistem layanan daring, bioteknologi, hingga energi terbarukan dan pengelolaan limbah pakan ternak.

‎Dalam pembinaannya, Teguh mengajarkan pola pikir pemecahan masalah: tidak berhenti pada keluhan, melainkan mengubahnya menjadi pertanyaan solutif.

‎Ia juga menanamkan ketangguhan mental bahwa kegagalan mencoba lebih berharga daripada diam saja, serta kritik adalah masukan untuk menyempurnakan sistem.

‎“Yang paling penting bukan piala atau penghargaan, melainkan manfaatnya bagi petani, lingkungan, dan anak-anak kita. Jangan biarkan inovasi mati setelah acara selesai -rawat, kembangkan, dan perbesar dayagunanya,” imbau pemimpin desa ini.

‎Kini Desa Pakacangan menjadi bukti bahwa gagasan bermutu berakar dari kepedulian dan keberanian bertindak mandiri. Dukungan penuh pemerintah desa membuat warga percaya: tidak perlu menunggu bantuan luar untuk memulai perbaikan. Satu perubahan kecil yang dilakukan bersama-sama, kelak akan menyusun kekuatan besar bagi Hulu Sungai Utara.(MC HSU/Wahyu/tim)

‎Editor Dedi