BKKBN PERWAKILAN PROVINSI KALSEL ADAKAN SEMINAR TUMBUH KEMBANG DAN STUNTING DI HSU

AMUNTAI – BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengadakan Seminar Tumbuh Kembang dan Stunting, di Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (15/8).
Seminar yang mengangkat tema “Dengan Perbaikan Pola Asuh, Pola Makan, dan Sanitasi” ini difasilitasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) HSU, diikuti peserta dari penyuluh KB, kader BKB, ibu hamil, keluarga balita, Kepala Desa, Camat, Tim Penggerak PKK Kecamatan, SKPD DPPKB HSU, mitra kerja, dan anggota PIK .
Ketua Panitia Pelaksana Mila Rahmawati mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi dan mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah dan anak stunting serta kekurangan gizi pada anak-anak.
“Selain itu, juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat, perbaikan pola asuh, dan stimulasi bagi balita, batita, pola makan dan asupan gizi, serta pengurangan kasus diare; meningkatkan ketersediaan makanan bergizi yang terjangkau; meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya isu stunting; dan meningkatkan pengintegrasian berbagai kegiatan yang selama ini dilaksanakan secara terpisah,” ujar Mila.
Kepala DPPKB HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid saat membuka kegiatan ini, menyampaikan bahwa masa bayi dan balita merupakan salah satu masa penting untuk kelangsungan hidup dan tumbuh kembang, serta meletakkan dasar-dasar kesehatan dan intelektual untuk kehidupan yang akan datang.
Menurut Anisah, gizi yang baik dan sehat pada masa balita merupakan pondasi penting bagi kesehatannya di masa depan. Kekurangan gizi pada masa tersebut akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan, di antaranya terjadi resiko stunting, kurang gizi, sehingga menyebabkan keadaan seperti tinggi badan rendah berdasarkan umur, tubuh pendek dibandingkan anak seusianya, serta berbagai gangguan perkembangan lainnya.
“Oleh karena itu, melihat begitu besarnya resiko stunting bagi anak-anak di bawah dua tahun, maka selayaknya bagi kita melakukan pencegahan resiko stunting sekaligus penurunan stunting di daerah kita, salah satunya adalah kita harus memperhatikan dan peduli terhadap pemenuhan gizi yang baik dan seimbang, baik bagi ibu hamil ataupun bagi anak dua tahun,” ajak Anisah.
Pemerintah Kabupaten HSU juga telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menurunkan stunting, di antaranya membuat kebijakan seperti Perda tentang Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, Bayi dan Anak Balita di Kabupaten HSU; Perda tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif; dan Perda tentang Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Seiring dengan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel Ina Agustina mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini, seraya berharap dapat lebih meningkatkan kesadaran semua pihak untuk menciptakan keluarga kecil bahagia, sejahtera, dan bebas stunting.
Kegiatan ini diisi pemaparan materi oleh beberapa narasumber, antara lain Bupati HSU tentang Kebijakan Pemerintah Daerah Hulu Sungai Utara dalam Upaya Penurunan Stunting, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel tentang Kebijakan dan Program KKBPK Tahun 2019, Prof. Dr. Husaini tentang Penurunan Stunting melalui Perbaikan Pola Asuh melalui Kelompok BKB, dan Kepala Dinas Kesehatan HSU tentang Permasalahan Gizi Anak Indonesia dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Upaya Mengatasinya. (Diskominfo/Rahman)




