
AMUNTAI – Badan Intelijen Negara (BIN) daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) gencar melaksanakan vaksinasi pelajar ke lembaga pendidikan formal dan pondok pesantren, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Pada akhir pekan kemaren (20/11/2021) empat sekolah di ‘garap’ sehari, yakni Pondok Pesantren (Pontren) Raudhatul Thalibin Desa Tabur Kecamatan Amuntai Utara sebanyak 110 santri, MTS Assafiyah, MA Assafiyah dan SMPN 2 Sungai Pandan yang diikuti sekitar 150 orang, sehingga total 260 orang.
“Kita akan terus melakukan layanan jemput bola ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren agar semua siswa dan santri terlindungi dari ancaman Covid-19.” ujar Kepala BIN daerah (Kabinda) Kalsel Brigjen Pol. Dr. Heri Armanto Sutikno melalui Kaposda BIN HSU Purnomo di Amuntai, Rabu (24/11/2021).
Sebanyak 110 santri di Pontren Raudhatul Thalibin Desa Tabur Kecamatan Amuntai Utara mengikuti kegiatan vaksinasi dari total 400 santri yang ada di pontren ini.
Senin, (23/11/2021) program vaksinasi Pelajar berlanjut di Ponpes Nurul Mutaqqin Desa Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah dengan sasaran sebanyak 150 santri, Ponpes Darussalam Desa Tapus Kecamatan Amuntai Tengah sekitar 200 santri
dan Ponpes Raudhatul Amin Desa Teluk Baru sebanyak 150 santri.
vaksinasi dilaksanakan tidak hanya di MAN 2 HSU 313 orang, tapi juga SMAN 1 Danau Panggang sebanyak 127 siswa, MAN 3 HSU sebanyak 209 siswa dan Pondok Pesantren Darussalam Desa Muara Tapus sebanyak 355 orang.
“Alhamdulillah, antusias pelajar dan santri sangat tinggi mengikuti kegiatan vaksinasi, sehingga kami dari BIN Kalsel juga berharap mereka nantinya dapat dengan tenang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka.” kata Purnomo.
Berkat pelaksanaan vaksinasi pelajar oleh BIN Kalsel ini beberapa sekolah hampir mencapai 100 persen vaksinasi dosis dua, seperti di MAN 2 HSU yang lengkap memberikan dosis dua pada 08 November nanti.
Wakil Kepsek bidang Humas MAN 2 HSU Musa Alhadi kekebalan kelompok (Held Comunity) terbentuk di sekolah mereka karena dari total jumlah siswa sebanyak 840 orang yang sudah menjalani vaksinasi dosis dua sebanyak 625.
Musa berharap pada tahun ajaran genap nanti MAN 2 HSU bisa menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka secara penuh dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Pihak BIN Kalsel melihat antusias pelajar dan santri terus meningkat dalam mengikuti kegiatan vaksinasi, setiap pelaksanaan vaksin selalu melebihi target yang ditetapkan.
“Sebelum melaksanakan kegiatan vaksinasi pelajar kita terus berkomunikasi dengan pihak sekolah atau pondok pesantren terkait data jumlah penerima vaksin di kalangan siswa atau santri dan kecenderungannya selalu bertambah jumlahnya bahkan menjelang pelaksanaan vaksin diadakan.”ujar Purnomo.
Ia melihat masih ada kebimbangan pelajar/santri atau orang tua siswa ketika ada rencana vaksinasi pelajar dilaksanakan di sekolah atau ponpes, namun berkat kesabaran para guru dan ustadz menjelaskan manfaat vaksin, para orang tua siswa akhirnya lebih sadar untuk ikut kegiatan vaksin disekolah.
Seperti pada pelaksanaan Vaksinasi di Pontren Nurul Mutaqien Desa Sungai Karias Kecamatan Amuntai Tengah dan Pontren Raudatul Amin Desa Teluk Baru Kecamatan Amuntai Selatan jumlah penerima vaksin melebihi target semula.
“Untuk Pesantren Raudatul Amin semula ditargetkan hanya 150 santri, ternyata jelang pelaksanaan hari ini Senin (22/11/2021) melonjak sebanyak 171 orang.”terang Purnomo.
Demikian pula, target vaksin di Pontren Nurul Mutaqien semula hanya 100 santri, jelang pelaksanaan bertambah pendaftaran baru sebanyak 40 santri, sehingga total 140 orang.
Melihat peningkatan target pelaksanaan vaksinasi pelajar ini, Purnomo optimis target yang ditetapkan di akhir 2021 sebanyak 90.883 dosis dari total sasaran di Kalsel sebanyak 3.161.137 orang.
“Saat ini yang sudah dilakukan vaksinasi sasarannya sudah 58.183 dosis.” katanya.
Dalam pelaksanaan vaksinasi Pelajar, BIN Kalsel umumnya memberikan Vaksin jenis Pfizer yang memiliki keefektivitasan mencapai 97 persen.
“Mudah-mudahan santri yang belum vaksin termotivasi untuk mau di vaksin dengan melihat rekan-rekan divaksin pada kegiatan vaksin massal pelajar hari ini.” katanya.
Salah seorang Santri di Pontren Raudhatul Thalibin Muhammad Fahmi Abimanyu mengatakan, alasan para santri mengikuti kegiatan vaksinasi pelajar karena menyadari bahwa kegiatan Vaksin sebagai bentuk ikhtiar guna melindungi diri dan keluarga serta teman-temannya disekolah dari terpapar Covid-19.
“Aktivitas kami sebagai santri cukup banyak dipondok pesantren jadi butuh perlindungan dari terpapar Covid-19 sehingga dengan mengikuti vaksinasi kita lebih tenang belajar.” ujar salah seorang santri.
Selain itu para santri bersama orang tua santri juga mengharapkan pembelajaran tatap muka bisa terus diselenggarakan di ponpes setelah pelaksanaan Vaksinasi disekolahnya mencapai 100 persen. (Diskominfo/eddy)



