Potensi pasar beras organik yang dihasilkan oleh Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dinilai sangat memiliki peluang yang cukup besar di pasaran.
Beras organik yang ditanam khusus tidak menggunkan bahan pupuk dengan tumbuh secara alami kini nampaknya banyak dinikmati konsumen. Di HSU, untuk tanaman beras organik sudah dikembangkan oleh sebagian petani.
Dan petani pun sudah mengemas beras alami yang sudah bersertifikat dan teruji ini untuk dipasarkan. Hasilnya banyak yang ingin kontrak kerjasama untuk memesan beras organik dari HSU.
Kendati beras organik di HSU mendapat sambutan yang bagus dari luar daerah, namun untuk memenuhi kebutuhan kontrak masih belum bisa mencukupi lantaran masih sedikitnya lahan yang dikembangkan untuk beras ini dibanding jumlah permintaan.
“Kalau mengenai peluang pasar beras organik ini sangat bagus. Dan bahkan ada yang ingin menawarkan kontrak dengan petani untuk pemasok (beras organik)” kata Rafiq, Kepala Bagian Ekonomi Setda HSU.
Kabag Ekonomi mengatakan beras organik yang dihasilkan oleh HSU saat ini banyak dijual di pasaran. Dan bahakan petani masih kekurangan stok beras organik karena tingginya permintaan pasar.
“Permintaan pasar kayaknya sangat tinggi terhadap beras organik yang dihasilkan HSU ini.” lanjut Rofiq.
Tidak hanya beras organik yang memiliki nilai peluang pasar yang menjanjikan, namun berbagai anyaman yang dihasilkan oleh Kabupaten HSU juga memiliki pangsa pasar yang bagus, contohnya kerajinan anyaman purun dan ilung.
Terkait dengan potensi tersebut, Pemkab telah melakukan upaya peningkatan manajemen pasar dengan melakukan pelatihan bagi pengrajin.
Pemkab jelas Rafiq juga bekerjasama dengan pihak ketiga yakni Bank Indonesia (BI) yang telah memberikan pelatihan dan bantuan bagi pengrajin. (nov/amc)
![]()



