
AMUNTAI – Mendekati hari pemungutan suara pada 17 April 2019 mendatang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tetap membuka pelayanan perekaman di hari Libur.
Hal ini dilakukan atas instruksi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri kepada unit pelayanan administrasi kependudukan di daerah agar tetap melakukan pelayanan rekam data e-KTP pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya.
Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil HSU Hj Ida Rimaliana, Sabtu(6/4).
“Perekaman data pada hari libur Sabtu Minggu ini, supaya masyarakat mendapatkan waktu luang untuk membuat e-KTP, bahkan e-KTP nya kami cetak langsung,” kata Ida.
Akan tetapi, untuk proses pindah datang warga dari desa ke desa, dari kecamatan ke kecamatan terlebih dahulu dilakukan pengecekan data.
“Apabila identitas Kartu Keluarganya masih terdaftar sebagai DPT di tempat semula, maka direkomendasikan untuk menunggu setelah pemilu 17 April untuk proses pindah datangnya,” sambungnya.
Ida menambahkan, sejak dibukanya pelayanan pada hari Sabtu Minggu akhir Maret kemarin, antusias warga yang melakukan perekaman terbilang lumayan, dari 7 orang sampai 10 orang lebih per harinya, begitu pula pada hari libur nasional pada Rabu tanggal 3 April kemarin.
“Adapun operator yang melakukan pelayanan sendiri dilakukan oleh para karyawan Disdukcapil yang biasa melakukan pelayanan di hari biasa, 3 sampai 5 orang secara bergantian,” lanjut Ida.
Dirinya berharap sampai hari pencoblosan tanggal 17 April mendatang, seluruh warga masyarakat Hulu Sungai Utara yang memiliki hak untuk memilih, mendapatkan haknya melalui pelayanan rekam data e-KTP secara langsung ini.
Senada, Husaini salah satu Operator Perekaman Data Disdukcapil HSU mengakui meski pelayanan perekaman data dibuka Sabtu Minggu, tidak mengurangi antusias warga yang ingin memiliki e-KTP, terlebih bagi para pelajar usia 17 tahun yang memanfaatkan waktu libur sekolah untuk melakukan rekam data.
“Setiap kami melakukan rekam data Sabtu Minggu, kami lihat para pelajar yang paling banyak melakukannya, setiap harinya ada 7 sampai belasan orang yang melakukan perekaman,” pungkasnya. (Diskominfo/Wahyu)
![]()




