
AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Badan Restorasi Gambut (BRG) menggelar Workshop Rancangan Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) Kabupaten HSU Tahun 2019, bertempat di Gedung Agung, Senin (1/4).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan SKPD di lingkungan Pemkab HSU serta seluruh jajaran aparat di 16 desa se-Kabupaten HSU yang langsung diberikan materi oleh Muhammad Yusuf Kasupokja Peningkatan Partisipasi Desa Gambut Badan Restorasi Gambut.
Plt Kepala Bappelitbang HSU Hj. Ina Wahyudianty dalam sambutannya menyampaikan, sebagai akibat dari kebakaran hutan tahun 2015, terdapat banyak kerusakan lahan gambut di berbagai lahan di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada tahun 2016 Presiden RI melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 membentuk Badan Restorasi Gambut.
Ina Wahyudianty menambahkan, Badan Restorasi Gambut bertugas menyelenggarakan fungsi pelaksanaan koordinasi dan penguatan kebijakan pelaksanaan restorasi gambut; perencanaan, pengendalian dan kerja sama penyelenggaraan restorasi gambut; pemetaan kesatuan hidrologis gambut; dan penetapan zonasi fungsi lindung dan fungsi budidaya.
Mewakili Bupati HSU, Asisten III H. Ilham Hadi secara resmi membuka kegiatan Workshop RPKP Tahun 2019. Melalui sambutan tertulis Bupati, Ilhami menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah HSU memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bappelitbang HSU, BRG, serta para peserta workshop yang berhadir pada kegiatan ini atas terselenggaranya kegiatan workshop Rancangan Pembangunan Kawasan Perdesaan.
“Semoga kegiatan ini memberikan mamfaat yang besar khususnya untuk Kabupaten HSU,” harapnya.
Ilhami menambahkahkan bahwa restorasi gambut bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut dan sejahterakan masyarakat. Upaya restorasi gambut dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu pembasahan, penanaman ulang, dan merevitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.
Program desa peduli gambut selama 3 tahun ini yang diimplementasikan oleh Badan Retorasi Gambut di 16 desa di Kabupaten HSU yang memiliki kawasan gambut terluas di Kalsel.
“Ini merupakan salah satu upaya membangun dan memperkuat desa dalam memuwujudkan kemandirian ekonomi yang masyarakatnya mayoritas berpencaharian pertanian, perikanan, kerajinan, dan peternakan,” terangnya. (Diskominfo/nata)
![]()




