
Amuntai – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung Amuntai, Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H. Abdul Wahid HK meresmikan 5 Unit Hemodialisis atau Unit Cuci Darah, Kamis (15/11).
“Dengan adanya unit hemodialisis di RSUD Pambalah Batung Amuntai diharapkan bisa memenuhi harapan masyarakat Hulu Sungai Utara yang selama ini berharap adanya pelayanan hemodialisis di rumah sakit kita,” ucap Wahid.
Wahid juga berharap dengan adanya unit hemodialisis di RSUD Pambalah Batung Amuntai dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien yang memerlukan layanan cuci darah yang sebelumnya harus dilakukan di rumah sakit daerah lain, seperti di Banjarmasin dan Kabupaten HSS.
“Saat ini dan mulai hari ini pasien yang memerlukan layananan cuci darah sudah bisa dilayani di RSUD Pambalah Batung Amuntai,” kata Wahid.
Wahid berharap kedepanya agar jajaran RSUD Pambalah Batung Amuntai bisa memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat atau pasien dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin dengan SOP dan aturan yang ada.
Wahid juga mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada perwakilan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Jawa Timur-Kalimantan atas dukungan dan bantuannya dalam peresmian Unit Hemodialisis di RSUD Pambalah Batung.
Seiring dengan itu, perwakilan PERNEFRI Jawa Timur-Kalimantan Rudiansyah mengatakan, pihaknya senang sekali dengan adanya penambahan Unit Hemodialisis di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
“Saat ini, menurut survei, banyak sekali (sekitar 20 sampai 25 pasien) dari Kabupaten Hulu Sungai Utara yang berobat cuci darah/hemodialisis di rumah sakit di daerah lain seperti Banjarmasin, HSS, dan Tabalong. Sehingga dengan adanya unit hemodialisis di Kabupaten HSU, pasien yang dari Kabupaten HSU dapat mendapatkan pelayanan kesehatan cuci darah/hemodialisis di lingkungan tempat tinggal terdekat,” kata Rusdi.
Rusdi berharap pelayanan unit hemodialisis/cuci darah ini pada awal tahun sudah mulai efektif terlaksana untuk pelayananan kepada masyarakat.
“Kami dari PERNEFRI siap mendukung dan membantu, kami tidak pernah mempersulit, kami hanya berpatokan dengan standar yang sudah ada agar keselamatan pasien tetap selalu terjaga,” pungkasnya. (Diskominfo/ricky/indah)




