
Amuntai – Gerbang awal pembuka peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) telah dibuka dengan adanya Sekolah Guru Indonesia (SGI). Berawal dari kedatangan 3 pemuda Indonesia yang mengabdikan dirinya sebagai guru dan Trainer pendidikan di HSU selama 9 bulan dari bulan Februari hingga Oktober mendatang. Ketiga Pemuda itu adalah Ades Marsela, S.Pd., M.Pd, Habib Alwi Jamalulel, S.Hum., M.Pd, dan Muhammad Wahyuddin S. Adam, S.Pd.I., M.Pd.
Genap 5 bulan berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, ketiga pemuda itu telah berhasil melatih 88 guru SD/MI yang berasal dari 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Amuntai Selatan, Kecamatan Sungai Pandan, dan Kecamatan Danau panggang. Guru-guru tersebut diwisuda dalam program SGI Master Teacher, bertempat di aula Bappelitbang HSU, Minggu (22/7).
Program SGI Master Teacher ini berawal dari kegelisahan para pemuda Indonesia, karena rasanya tidak mungkin jika hanya mengirimkan guru-guru yang bersifat sementara saja di daerah. Maka, SGI menginiasi sebuah program pelatihan guru-guru di daerah yang mempunyai tujuan misi jangka panjang dalam peningkatan kualitas guru. Program ini disetting untuk dilaksanakan dalam waktu 3 bulan, dan kelak akan melahirkan para guru yang berjiwa pengajar, pendidik, dan pemimpin (3P).
Secara bersamaan, kegiatan wisuda SGI Master Teacher periode pertama yang diikuti oleh 88 guru kali ini juga dikombinasikan dengan kegiatan Studium General SGI Master Teacher periode kedua yang diikuti oleh sekitar 350 Guru SD/MI sederajat yang berasal dari 9 kecamatan di Hulu Sungai Utara, yaitu kecamatan Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Amuntai Uara, Banjang, Haur Gading, Sungai Pandan, Danau Panggang, Babirik dan Sungai Tabukan. Dengan dibukanya SGI di 9 kecamatan di HSU, diharapkan program pemerataan kualitas guru dapat berjalan dengan optimal. Tema kegiatannya adalah “Awaken The Teacher Within: Bangga Jadi Guru, Guru Berkarakter Mengenggam Indonesia”.
Acara Wisuda dan Studium General Sekolah Guru Indonesia dihadiri oleh Bupati HSU Drs. H Abdul Wahid HK, MM., M.SI, Kepala Kantor Kementerian Agama Drs. H. Matnor, M.Pd, Ketua Baznas HSU, Kabid Pembinaan SD, Kepala UPT Dinas Pendidikan kecamatan, Ketua KKMI, Pengawas Sekolah/Madrasah, dan para Kepala Sekolah/Madrasah.
Bupati HSU menyambut baik terlaksananya kegiatan ini, sebagai upaya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di HSU, apalagi dengan adanya pemeraataan SGI pada setiap kecamatan di HSU.
“SGI merupakan pemicu semangat para guru untuk belajar, dan juga berharap dengan adanya SGI Master Teacher ini dapat mendorong komitmen guru sebagai penggerak perubahan bangsa yang maju dan berkepribadian baik, memahami dan meningkatkan wawasan pengetahuan, serta peningkatan kompetensi keguruan, sebagai upaya untuk menjadi guru yang profesional dan berkinerja baik, serta mempunyai jiwa Pengajar, Pendidik dan Pemimpin (3P),” kata Wahid.
Usai sambutan Bupati HSU, dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta SGI periode 2 yang diwakili oleh guru dari masing-masing kecamatan, dan dilanjutkan dengan prosesi wisuda SGI Master Teacher Periode pertama.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Studium General oleh narasumber Trainer Wahyu. Dalam materinya, Wahyu menyampaikan bahwa seorang guru harus memiliki 3 karakter, yaitu pendidik, pengajar dan pemimpin.
“Salah satu cara untuk menanamkan 3 karakter tersebut yaitu dengan mengikuti pelatihan SGI Master Teacher secara serius dan berkomitmen,” kata Wahyu.
Wahyu juga menyampaikan beberapa keunggulan metode pelatihan SGI, yaitu lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi mengajar para guru melalui pendekatan 85% praktik dan 15% teori; Bukan hanya mengejar kompetensi, tapi juga fokus pada pembentukan karakter guru sebagai pendidik melalui proses pengukuran yang komprehensif; Membangun paradigma baru guru sebagai pemimpin dengan cara mengoptimalkan integrasi nilai-nilai kependidikan dengan pengembangan instruksional di kelas; Kelulusan juga dipengaruhi oleh hasil perbaikan mutu pembelajaran di kelas melalui proyek penugasan Kelas Model dan Penelitian Tindakan Kelas; serta Mendorong setiap guru untuk menjadi pelopor pembenahan Budaya Sekolah Unggul di mulai dari pembiasaan pada lingkup diri sendiri dan kelas ajar.
Wahyu Juga menyampaikan bahwa seorang guru SGI harus memiliki 10 Kepemimipinan Guru Indonesia yang tertanam dalam dirinya, yaitu teladan menegakkan ibadah, disiplin mengelola waktu, gemar membaca buku, pelopor kebersihan sekolah, aktif memberdaya masyarakat, sahabat terbaik siswa, tertib menyiapkan administrasi, kreatif membuat media, profesional dalam mengajar, serta gigih untuk meneliti.
“Selain hal tersebut, pelatihan SGI juga akan menstimulus guru-guru agar dapat mengimplementasikan pembelajaran dengan menggunakan alat elektronik dan media sosial yang dimiliki sebagai langkah untuk tetap bisa bertahan pada zaman yang serba berbasis IT ini,” pungkasnya. (Diskominfo/SGI/indah)
![]()




