
Amuntai – Sebanyak 20 orang peserta dari kalangan ibu-ibu rumah tangga anggota UPPKS Karya Bersama Desa Tuhuran Kecamatan Haur Gading antusias mengikuti pelatihan kerajinan anyaman purun yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (26/2).
“Pelatihan ini dilaksanakan agar para ibu-ibu rumah tangga yang juga anggota UPPKS mendapatkan keterampilan baru, sehingga bisa menambah pendapatan keluarga”, kata Drs. Muhammad Rijali, Kasi Pemberdayaan Keluarga DPPKB HSU.
Seiring dengan itu, pelatih anyaman purun yang juga Ketua UPPKS Tambang Ilung Supianoor mengatakan, dalam pelatihan ini tidak hanya anyaman purun berbentuk tikar, tetapi juga anyaman purun berbentuk tas, dompet, kipas, tempat tisu, dan lain-lain.
“Hasil kegiatan ini juga akan mendukung program Pemerintah Kabupaten HSU yang membuka Pusat Pemasaran Kerajinan Kabupaten HSU di Pasar Rakyat Muara Tapus”, lanjut Supianoor.
Di Pasar Rakyat tersebut nantinya juga banyak UKM-UKM yang ada di Kabupaten HSU, sehingga nanti pemasaran anyaman purun yang berkelanjutan akan difokuskan di tempat tersebut untuk menampilkan berbagai kerajinan anyaman purun.
“Pelatihan kali ini diprioritaskan pada anyaman purun berbentuk pembungkus makanan sebagai pengganti plastik, sebagai tindak lanjut dari diskusi dengan berbagai UKM yang sepakat untuk mengganti kantong plastik dengan kerajinan anyaman purun sebagai pembungkus makanan”, terang Supianoor.
Sementara untuk tindak lanjut pelatihan anyaman purun kreasi yang rumit, nantinya akan berkerjasama dengan kelompok kerajinan di Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan yang kreasinya menyesuaikan selera pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kecamatan Haur Gading Tini Rustini, SE menyambut baik diadakannya pelatihan keterampilan kerajinan anyaman purun yang digelar oleh DPPKB HSU kali ini.
“Adanya pelatihan kerajinan Anyaman Purun ini, diharapkan dapat menambah penghasilan keluarga”, harap Tini. (Diskominfo/faisal/indah)
![]()





Dengan Hormat.
Perkenalkan nama saya ASPIAN NOOR. Saat ini saya aktif di Yayasan BIOMA yang merupakan Lembaga Swadaya dan berdomisili di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Sejak tahun 2012, kami melakukan pendampingan ke masyarakat Desa Muara Siran yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.
Desa Muara Siran adalah desa yang berada dalam ekosistem gambut, dimana masyarakatnya sangat tergantung dengan kelestarian ekosistem tersebut. Salah satu potensi SDA lokal yang banyak dijumpai adalah tanaman purun yang oleh sebagian kecil warga dimanfaatkan untuk membuat kerajinan anyaman purun. Namun pembuatan kerajinan ini hanya sebatas untuk keperluan sendiri.
Oleh karenanya, melihat potensi yag besar tersebut, kami berkeinginan untuk meningkatkan produksi kerajinan purun tersebut agar dapat dikembangkan menjadi produksi rumah tangga yang dapat meningkatkan penghasilan keluarga.
Jika diperkenankan, kami dapat diberikan kontak pelatih anyaman tersebut yang dalam artikel ” WARGA DESA TUHURAN IKUTI PELATIHAN KERAJINAN ANYAMAN PURUN” disebutkan bahwa nama pelatihnya SUPIANOOR yang merupakan Ketua UPPKS Tambang Ilung.
Demikian disampaikan, semoga kami dapat diberikan kontak pelatih anyaman tersebut. Atas kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami
ASPIAN NOOR