
AMUNTAI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar workshop penetapan parameter kependudukan tentang indikator dalam pengendalian penduduk tingkat Kabupaten HSU, di Aula DPPKB, Rabu (17/3/2021).
Kepala DPPKB HSU, Hj. Anisah Rasyidah mengatakan, perameter kependudukan merupakan salah satu acuan penting dalam kebijakan dan dasar penyusunan pembangunan, maka kerjasama sangat diperlukan agar parameter tersebut terencana secara baik dan benar.
“Kita perlu bekerja sama dengan BPS ini mitra kerjasama yang baik dan dinas-dinas yang lain yang saling terkait karena tanpa kebersamaan, tanpa adanya data kita tidak akan mungkin terencanakan pembangunan kedepannya secara terbaik.” ucap Anisah.
Ia juga menambahkan, dengan adanya angka-angka (data) itu dapat menentukan pembangunan kedepannya seperti angka kelahiran, angka pendidikan, angka pekerjaan dan angka anak putus sekolah.
“Adanya data data tersebut kita mudah menentukan pembangunan.” kata Anisah.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk DPPKB HSU, Nasruddin mengatakan, manfaat terlaksananya kegiatan penetapan parameter kependudukan ini dapat menetapkan ukuran dan tugas, agar semua apa yang menjadi tujuan kita untuk meningkatkan pembangunan bisa tercapai.
Tiga hal menjadi pokok tujuan utama parameter kependudukan yaitu, transisi demografi, transisi epidemologi dan transisi pendidikan.
Transisi demografi akan mengarahkan pada upaya penurunan angka fertilitas, mobilitas dan mortalitas. Sedangkan transisi epidemiologi masyarakat memiliki umur panjang namun dalam keadaan sakit yang serius di umur lebih 60 tahun.
Selanjutnya, transisi pendidikan dapat ditunjukkan pada perubahan pola pendidikan yang tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual saja tetapi mengarah pada keterkaitan teknologi, membangun jaringan komunitas sosial dan memperhatikan pola perilaku kerja masyarakat.
Disamping itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) HSU, Sukma Handayani mengungkapkan, berdasarkan data BPS HSU ada tiga kecamatan yang masih cukup tinggi kependudukannya adalah Amuntai Selatan, Banjang, dan Haur Gading.
“Sementara Kecamatan lainnya dibawah 1 % rata-rata penduduknya. Dibeberapa kecamatan yang hasil proyeksinya lebih tinggi dibandingkan hasil real itu menandakan bahwa adanya kejadian di luar asumsi ketika melakukan proyeksi.” ujar Sukma. (Diskominfo/Rizky/Eddy)
![]()




