Kamis, 19 Februari 2026
Kesehatan

DATA GOLONGAN DARAH MENJADI INDIKATOR KE-13 PIS PK PUSKESMAS ALABIO

Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) di Puskesmas Alabio Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) telah berjalan sesuai yang direncanakan.  Hal ini dijelaskan Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio H. Danu F. Fotohena, SKM saat menerima kunjungan drg. Helmawaty Hamid dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Badan PPSDM  Kementerian Kesehatan, Kamis (24/8).

Menurut Danu kegiatan PIS PK diawali dengan pelatihan tenaga tim surveyor, admin dan supervisor pada bulan April 2017 di Bapelkes Provinsi Kalsel.

“Sebagai tindak lanjutnya pada bulan Mei sampai Juli 2017 dilaksanakan berbagai macam sosialisasi kepada lintas sektor dan lintas program Tingkat Kabupaten dan Kecamatan.  Pelatihan replikasi tenaga surveyor juga terus dilaksanakan, sehingga bertambah dari 3 tenaga surveyor menjadi 13 surveyor.  Kami menargetkan akan ada 150 tenaga surveyor sampai akhir 2018”, ujar Danu.

Danu juga menargetkan penambahan desa lokus PIS PK  yang semula 1 desa menjadi 11 desa lokus atau 35% dari jumlah desa di Wilayah Kerja UPT  Puskesmas Rawat Inap Alabio pada tahun 2017. Pada tahun 2018 Danu menargetkan semua desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio yang berjumlah 33 desa sudah melaksanakan program PIS PK.

Lebih lanjut Danu menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan langsung petugas ke lapangan atau door to door, dimana petugas Puskesmas yang terdiri dari Perawat, Petugas Gizi, Sanitarian, Bidan Desa, dan Ahli Kesehatan Masyarakat mengetuk pintu rumah penduduk untuk menanyakan keadaan kesehatan seluruh anggota keluarga dengan panduan formulir survey dan 12 indikator kesehatan keluarga.

“Jika ada ditemukan keluarga dengan masalah kesehatan maka akan langsung dilakukan intervensi awal berupa pemeriksaan kesehatan, konseling dan bimbingan kesehatan’, terang Danu.

Menurut Danu 12 indikator kesehatan keluarga yang diamati adalah keluarga mengikuti Keluarga Berencana, ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, bayi mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan, penderita tuberkulosis mendapatkan pengobatan sesuai standar, penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional, keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

“Sebagai indikator ke-13 yang merupakan muatan lokal adalah keluarga mempunyai data golongan darah.  Data golongan darah ini diperlukan sebagai dasar pembentukan Bank Darah Desa Berbasis Data Golongan Darah Penduduk”, lanjut Danu.

Danu juga menjelaskan, sesuai jadwal pada bulan Agustus pelaksanaan PIS PK dengan lokus Desa Rantau Karau Tengah Kecamatan Sungai Pandan sebagai pilot project sudah selesai dilaksanakan.  Di desa ini dapat data kesehatan dari 186 KK dengan jumlah penduduk yang diintervensi awal sebanyak 766 penduduk. Indeks Keluarga Sehat (IKS) yang ditemukan adalah sebanyak 33% berada pada katagori Tidak Sehat, 58% Pra Sehat, dan hanya 9 % dikategorikan sebagai Keluarga Sehat.

Menurut Danu tingginya angka Keluarga Tidak Sehat dan Pra Sehat di desa lokus terbanyak disebabkan oleh ditemukannya kebiasaan merokok pada anggota keluarga, bayi tidak diberikan ASI eksklusif,  keluarga tidak memiliki dan tidak menggunakan jamban sehat, keluarga tidak memiliki sarana air bersih, keluarga tidak memiliki kartu JKN, dan ditemukan keluarga tidak memiliki Data Golongan Darah

“Intervensi awal sudah dilaksanakan pada saat pengumpulan data, berupa konseling, edukasi ,bimbingan dan pemeriksaan kesehatan.  Selanjutnya akan dilaksanakan intervensi lanjutan berupa rujukan dan advokasi dan koordinasi dengan sektor lain yang terkait”, kata Danu.

drg. Helmawaty Hamid dari BBPK Kementerian Kesehatan yang berkunjung ke Puskesmas Alabio didampingi Kabid Kesmas, Kabid Yankes & SDK, serta Kasi Kesga Gizi Dinkes HSU, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada UPT Puskesmas Alabio yang telah melaksanakan program PIS PK dengan baik dan sesuai jadwal lengkap dengan perhitungan IKS nya.

“Saya sangat mengapresiasi Kepala UPT, karena telah membuat  indikator kesehatan keluarga yang ke-13 yaitu data golongan darah setiap penduduk sebagai database Bank Darah Desa.  Ini sangat inovatif sekali”, kata Helma.

Data Golongan Darah Penduduk sangat diperlukan sebagai langkah awal  pembentukan Bank Darah Desa Berbasis Data Golongan Darah Penduduk.  Inovasi ini merupakan Proyek Perubahan H. Danu F. Fotohena, SKM selaku Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio sekaligus sebagai project leader nya (Diskominfo/indah).

Loading

Leave a Response

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Diskominfosandi HSU
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: KONTEN DILINDUNGI !