Kamis, 19 Februari 2026
EkonomiPendidikanSosial

BUPATI HSU  :  PEREMPUAN PENENTU KETAHANAN SUATU BANGSA

“Perempuan adalah pilar kemajuan bangsa.  Di tangan perempuan, pendidikan anak sebagai generasi masa depan pertama kali diberikan.  Pendidikan keluarga juga tidak lepas dari peranan perempuan.  Jika perempuan diperkokoh maka bangsa ini akan kokoh, karena yang menentukan ketahanan suatu bangsa adalah kaum perempuan”, demikian sambutan tertulis Bupati Hulu sungai Utara (HSU) pada kegiatan Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M), yang disampaikan oleh Plt. Sekretaris Daerah HSU drh. H. Suyadi, Rabu (23/8).

Bupati menyambut baik terlaksananya Sarasehan GP3M ini, karena kegiatan ini mempunyai makna yang strategis dan merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam peningkatan pendidikan dan ekonomi keluarga khususnya kaum perempuan.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman SMAN 1 Danau Panggang tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten HSU dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan Sarasehan GP3M dihadiri Plt. Sekretaris Daerah HSU mewakili Bupati HSU, Kasubdit Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud, Ketua Tim Penggerak PKK HSU, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta pejabat di jajaran Pemkab HSU, Camat dan masyarakat Danau Panggang serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan HSU Drs. H. Rahmat, MM dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan GP3M adalah untuk meningkatkan kecakapan perempuan marjinal, mengurangi dampak resiko perempuan marjinal dan memotivasi kegiatan pemerintah kabupaten untuk rencana aksi .

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten HSU Dra. Hj. Anisah Rasyidah, M.AP selaku perwakilan perempuan HSU menyampaikan bahwa perempuan marjinal di Kabupaten HSU tidak bisa dipandang sebelah mata, karena dengan berbagai program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten HSU bisa memberikan pengaruh dan mengangkat kemarjinalan perempuan dan masyarakat, khususnya di daerah tertinggal seperti Kabupaten HSU.  Anisah juga menyampaikan kebanggaannya karena di Kalimantan Selatan hanya Kabupaten HSU yang menerima program ini yang dilaksanakan oleh 5 kelompok dengan 100 peserta.

Dilain pihak, Kasubdit Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca Ditbindiktara Kemendikbud Dr. Samto menyampaikan bahwa program GP3M ini setiap Provinsi hanya diwakili satu kabupaten.

“Program ini tanpa permohonan, melainkan langsung ditunjuk oleh Kemendikbud berdasarkan berbagai pertimbangan’, ujar Samto.

Pada sesi tanya jawab disampaikan beberapa masukan seputar program GP3M yang disampaikan oleh peserta GP3M, antara lain perlunya dukungan pemasaran produk yang dihasilkan kelompok-kelompok PKHP dan perlunya dukungan tambahan permodalan.

Kegiatan Sarasehan GP3M juga dirangkai dengan kegiatan pameran produk-produk yang dihasilkan oleh desa peserta Program Desa Vokasi serta Program Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKHP) di HSU.

Dalam kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan dua buah sepeda bagi salah satu keluarga terisolir di Desa Tampakang Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara (Diskominfo/Aulia).

Loading

Leave a Response

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Diskominfosandi HSU
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: KONTEN DILINDUNGI !