Minggu, 1 November 2026
BudayaSeni

‎STRATEGI PEMKAB HSU BANGUN BANUA LEWAT SENI BUDAYA TUAI APRESIASI

AMUNTAI — Rangkaian malam kedua Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XXIII Tahun 2026 yang digelar di Aula H. Abdul Wahid Amuntai, Sabtu (31/10/2026) malam, menghadirkan deretan pementasan seni pertunjukan dari tujuh kabupaten dan kota se‑Kalimantan Selatan.
‎
Upaya Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memfasilitasi ajang kebudayaan berskala provinsi tersebut mendapatkan apresiasi dari pemerhati seni, karena dinilai sebagai strategi pembangunan daerah yang tepat di tengah keterbatasan sumber daya alam.
‎
‎Tujuh daerah peserta menyajikan pertunjukan yang mengangkat cerita rakyat, mitos, dan identitas budaya masing‑masing. Kabupaten Tanah Laut membawakan Hikayat Datu Insad, Kabupaten Tabalong menampilkan Hikayat Tanjung Puri dan Tangisan Putri Galuh Sewangi, sedangkan Kota Banjarbaru menyuguhkan perpaduan teater dan puisi berjudul Guntung.
‎
‎Rangkaian penampilan dilanjutkan oleh Kabupaten Hulu Sungai Tengah lewat teater Ancala Jinjir Pitu, Kabupaten Tapin dengan kisah Kasih Berbalas Duka, serta Kabupaten Barito Kuala melalui lakon Pikaras.
‎
Penutup malam itu diisi pertunjukan dari Kabupaten Banjar yang mengangkat perjuangan pahlawan wanita Galuh Sarinah atau Temenggung Cakrawati dalam mengusir penjajah Belanda dari Gunung Madang hingga Gunung Pamaton.
‎
‎Budi Lesmana, pemerhati seni, sastra, dan budaya sekaligus anggota DPRD HSU, menyampaikan penghargaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU selaku panitia penyelenggara.
‎
Ia menilai kehadiran ASKS XXIII sebagai terobosan visioner yang mengangkat marwah seni dan sastra daerah.
‎
‎“Langkah Pemkab HSU menggelar kegiatan ini sangat tepat. Di mana HSU yang minim SDA, berupaya mengeksploitasi potensi daerah lainnya. Ditunjang dengan ketersediaan SDM yang mumpuni, HSU berupaya membangun banua dengan seni, sastra, dan budaya. Sebagai pemerhati seni, saya sangat bangga,” ujar Budi Lesmana.
‎
‎Ia menegaskan bersama jajaran legislatif akan memberikan dukungan penuh terhadap program Pemkab HSU, termasuk komitmen memajukan kesejahteraan masyarakat melalui jalur kebudayaan.
‎
‎Kegiatan malam kedua dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU beserta istri, para seniman, serta ratusan pemerhati sastra. Rangkaian acara akan memasuki agenda puncak pada Minggu (1/11/2026), meliputi rapat pleno untuk menentukan tuan rumah ASKS 2027 sebelum kegiatan resmi ditutup pada hari yang sama.
‎ (MC HSU/FEB‑RHN)
Editor: Wahyu