PUSAT LANTING : LAYANAN TERPADU SATU ATAP KONSELING CATIN TEKAN STUNTING MELONJAK PENGGUNANYA

AMUNTAI – Inovasi bernama PUSAT LANTING (Pusat Pelayanan Terpadu Satu Atap Konseling Calon Pengantin Peduli Stunting) di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), kini menjadi andalan bagi pasangan yang bakal melangkah ke jejang rumah tangga.
Layanan ini menyatukan seluruh kebutuhan pembekalan calon pengantin (Catin) dalam satu tempat dan waktu, mengubah sistem yang sebelumnya terpecah-pecah menjadi lebih cepat, mudah, dan terkoordinasi.
Sebelumnya, calon pengantin harus bergerak sendiri menemui Penyuluh KB, psikolog PUSPAGA, maupun penyuluh agama secara terpisah kurang praktis dan terintegrasi. Kini di bawah satu atap, mereka mendapatkan edukasi lengkap meliputi gizi seimbang, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK), pencegahan stunting, kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, hingga nilai-nilai agama.
Kinerja Pusat Lanting terus menanjak tajam sebagai bukti kepercayaan masyarakat, sebelum adanya inovasi ditahun 2023, jumlah 52 orang terlayani. Namun setelah inovasi ini diterapkan akhir tahun 2024 jumlah naik menjadi 189 orang,
Disepanjang tahun 2025 meningkat signifikan capai 252 orang, sedangkan dari Januari hingga Agustus 2026 tercatat sudah melayani 209 calon pengantin.
” Sejak mulai diterapkan pada tahun 2024 jumlah catin yang kami layani semakin meningkat,” ungkap Henny Hernida salah satu Penyuluh KB dari Balai Penyuluhan KB Kecamatan Amuntai Tengah, Rabu (26/8/2026) disela kegiatannya.
Setelah mengikuti proses bimbingan terpadu, peserta memperoleh dokumen resmi pendukung mulai dari Sertifikat ELSIMIL, Surat Rekomendasi PUSPAGA, hingga keterangan dari KUA.
Bahkan pembinaan berlanjut pasca-layanan melalui pemantauan berkala oleh Tim Pendamping Keluarga di domisili masing-masing agar ilmu benar-benar diterapkan.
Pusat Lanting menjawab dua masalah utama diantaranya soal kurangnya pemahaman mendasar serta anggapan keliru bahwa stunting murni faktor keturunan.
Di sini dibahas jujur kondisi tubuh, anemia, berat badan, usia matang menikah, dan risiko kesehatan agar pondasi keluarga kokoh sejak awal.
” Melalui Pusat Lanting ini hasilnya dapat terlihat, para calon pengantin mendapatkan pengetahuan yang luas sehingga mereka lebih siap sebelum menikah,” tambah Henny.
Pusat Lanting dibangun penuh dengan sinergi yang melibatkan Penyuluh KB, Konselor Psikolog, Penyuluh Agama, dan pendamping lapangan. Juga dilengkapi sistem kendali mutu berupa Survei Kepuasan serta Evaluasi Materi yang bisa diakses publik melalui tautan: https://s.id/pusat_lanting. Umpan balik ini dijadikan dasar perbaikan terus-menerus agar pelayanan tetap relevan dan berkualitas tinggi.(MC HSU/Wahyu)
Editor Dedi




