
AMUNTAI – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menggelar Dialog Pemuda dan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang dilangsungkan di Aula BPKAD HSU, Minggu (31/5/2026).
Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) ISNU Kabupaten Balangan dan Kabupaten Barito Kuala dengan tema “Islam, Ilmu, dan Identitas di Tengah Arus Digital”.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Umum PP ISNU H. Wardi Taufik, Ketua PW ISNU Kalimantan Selatan Zainal Ilmi, Sekretaris PW ISNU Kalsel Abdi Fitria, Kepala Biro Kepegawaian dan SDM Kementerian Agama RI Muhammad Zain yang mengikuti secara virtual.
Disaming itu, hadir pula Bupati HSU Sahrujani, DPRD HSU, unsur Forkopimda, Ketua LPTQ HSU, Ketua MUI HSU, Ketua STAI Rakha, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan serta puluhan peserta dialog dari berbagai kalangan.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, kemudian dilanjutkan pengambilan sumpah dan pelantikan pengurus PAC ISNU se-Kabupaten HSU serta PC ISNU Kabupaten Balangan dan Kabupaten Barito Kuala oleh Sekretaris Umum Pimpikan Pusat ISNU, Wardi Taufik.
Dalam pelantikan tersebut, Ahmad Rusyadi resmi dilantik sebagai Ketua PC ISNU Kabupaten HSU.
Dalam sambutannya, Ahmad Rusyadi mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan ISNU sebagai wadah kolaborasi para sarjana dan profesional Nahdlatul Ulama dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
”Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak dapat dihindari, Karena itu, para sarjana NU harus mampu beradaptasi, meningkatkan kapasitas diri, serta memanfaatkan teknologi untuk kemajuan pendidikan, dakwah, dan pembangunan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati HSU H. Sahrujani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Bupati menilai tema dialog yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan sekaligus tantangan bagi generasi muda.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral, kokoh dalam nilai-nilai keislaman, dan tetap menjaga identitas kebangsaan.
”Sebagai daerah yang religius, Hulu Sungai Utara membutuhkan kehadiran organisasi seperti ISNU sebagai ruang pengabdian para sarjana NU dalam memberikan kontribusi nyata serta ISNU menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan kebutuhan masyarakat modern” ungkapnya.
Pada sesi dialog pemuda, para narasumber membahas secara mendalam mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Diskusi menyoroti peluang pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, pelayanan publik, ekonomi, hingga dakwah digital, sekaligus tantangan yang ditimbulkan seperti penyebaran informasi palsu, degradasi moral, dan ancaman terhadap identitas budaya serta nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, mahasiswa, akademisi, dan tokoh masyarakat.
(MC HSU/Rizki)
Editor Wahyu




