Kamis, 16 April 2026
KesehatanPemerintahan

BUPATI HSU : SATUKAN KOMITMEN MELALUI FORUM PRA MUSRENBANG TEMATIK STUNTING TINGKAT KABUPATEN

AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Sahrujani menghadiri kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting tingkat kabupaten yang digelar di Aula Dr. KH. Idham Chalid, Kamis (16/4/2026).

‎Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara dan berlangsung dengan lancar.

‎Forum ini menjadi langkah awal dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih terarah, khususnya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah.

‎Dalam sambutannya, Bupati HSU menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

‎Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan standar usianya.

‎Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan indikator penting kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga kemampuan kognitif, produktivitas, dan daya saing generasi mendatang.

‎Oleh karena itu, penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama yang dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data yang akurat.

‎Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa penyebab stunting bersifat multidimensional, meliputi kurangnya asupan gizi, pola asuh yang belum optimal, keterbatasan akses layanan kesehatan, sanitasi yang buruk, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

‎Hal tersebut menuntut adanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

‎Pra Musrenbang Tematik Stunting ini memiliki peran strategis sebagai forum untuk mengidentifikasi permasalahan dan akar penyebab stunting secara lebih mendalam, menyelaraskan program lintas sektor, serta memastikan intervensi yang direncanakan tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

‎Bupati juga menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi kuat antar sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan harus holistik, mencakup pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, penyediaan akses air bersih, serta edukasi keluarga.

‎Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor, mengoptimalkan penggunaan data sebagai dasar perencanaan, serta mendorong inovasi program yang adaptif terhadap kondisi lokal.

‎Intervensi juga diharapkan dapat menyasar kelompok prioritas, terutama ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.

‎Selain itu, peran desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pelaksanaan program dinilai sangat penting. Oleh karena itu, penguatan kapasitas serta dukungan anggaran di tingkat desa perlu terus didorong.

‎“Melalui forum ini, saya berharap dapat dihasilkan rumusan program dan kegiatan yang lebih terarah, terukur, serta mampu memberikan dampak nyata dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ujar Bupati Sahrujani.

‎Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, di antaranya perwakilan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Agnes Margareta, ahli gizi Meilla Dwi Andrestian dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banjarmasin, serta dokter spesialis anak Islamiyah Dewi.

‎Turut hadir pula Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan, yang memberikan dukungan terhadap upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (MC HSU/NATA/FEBRI)

‎Editor Wahyu