Korban kebakaran di Rt 4 Desa Kandang Halang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu (2/10) sekitar pukul 02.30 wita kondisinya cukup memprihatinkan. Hanya menempati tenda darurat milik Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) setempat yang mendirikan pula dapur umum.
Kepala Dinas Sosnakertrans H. Rizali Eswansyah, S. Sos mengatakan bahwa pendirian tenda dan dapur umum sepenuhnya untuk korban yang tertimpa bencana atau musibah. Dalam menangani korban, pihaknya bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU.
“Kami mendirikan tenda darurat dan dapur umum bekerjasama dengan pihak BPBD HSU,” ucapnya.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di saat warga tengah tertidur lelap, tidak saja menghanguskan enam buah rumah milik warga. Satu buah gudang dan sembilan ruang belajar milik Madrasah Ibtidayah Miftahul Ulum juga ikut terbakar.
Adapun bantuan yang telah diturunkan berupa paket sembako guna keperluan dapur umum pasca musibah. Kemudian disalurkan pula perlengkapan keluarga alias Family Kit. Pihaknya juga mengharapkan kepedulian dari siapapun dan menurutnya bisa saja menyerahkannya ke posko yang berada di sekitar lokasi.
“Jika ada warga yang ingin membantu, baik sembako dan pakaian layak maupun perlengkapan lainnya dipersilahkan mendatangi lokasi,” paparnya.
Dari catatan Tim Reaksi Cepat (TRC) milik BPBD HSU nama-nama kepala keluarhga yang menjadi korban adalah Irus, H. Ramli, H. Iyan, H. Suhaimi, H. Sahruji, H. Jumran dan Midi.
Salah satu korban bernama Midi mengaku saat ini sembako dan pakaian menjadi kebutuhan utama, sehingga ia dan korban lainnnya mengharapkan uluran tangan dan bantuan dari para dermawan.
“Kami bersyukur ada bantuan berupa dapur umum dan tenda tempat kami tinggal. Kami juga membutuhkan pakaian maupun perlenglapan tidur. Karena kami tidak sempat menyelamatkan lagi,” tuturnya.
Sementara itu Kepala MI Miftahul Ulum Yunani S. Pd.I, menyebutkan ada sembilan ruang miliknya yang terbakar. Saat ini proses belajar mengajar tetap di laksanakan di tenda darurat.
“Belajarnya dibawah tenda darurat, karena ruang belajar dan perpustakaan ikut terbakar,” terangnya. (Fai)
![]()




