Kamis, 19 Februari 2026
BudayaPeternakan

WUJUD SYUKUR ATAS TERNAK YANG BERLIMPAH, WARGA DESA BARARAWA HARAP ‘BAZAKAT HADANGAN’ JADI PARIWISATA

AMUNTAI – Warga Desa Bararawa Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) merayakan tradisi syukuran atas hasil ternak yang berlimpah dengan melaksanakan pemenuhan zakat hewan kerbau yang selama ini menjadi andalan warga desa, disamping budidaya ikan keramba hingga nelayan tangkap di kawasan rawa.

Menariknya, acara syukuran tersebut dilakukan langsung di dekat kandang kerbau rawa atau ‘Kalang Hadangan’ dalam bahasa Banjar yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, camat dan warga setempat menggunakan kelotok atau perahu bermotor.

Dalam acara tersebut, warga memanjatkan doa syukur atas hasil ternak yang melimpah, mereka juga nantinya membagikan hasil penjualan ternak kerbau rawa kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk zakat.

Kepala Desa Bararawa, Muhammad Latif menyampaikan rasa syukur atas hasil ternak warganya yang berlimpah.

Dengan dukungan penuh oleh pemerintah daerah, ia mengharapkan hasil ternak yang berlimpah dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

” Kami ingin peternakan kerbau dapat terus meningkat,” kata Latif disela kegiatan, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, kegiatan ini telah lama dijadikan tradisi terutama bagi warga yang memiliki ternak kerbau rawa di desanya, kegiatan ini dapat memperkuat hubungan antar warga.

“Hasil ternak yang berlimpah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,”imbuhnya.

Sementara itu, Bupati HSU melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Khairussalim, menyampaikan apresiasi pemerintah daerah kepada warga Desa Bararawa yang melaksanakan kegiatan ini.

“Hal ini sejalan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati kita Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu mewujudkan ‘HSU Bangkit’ dimana salah satu program unggulannya adalah ingin meningkatkan produktivitas kerbau rawa,” kata Khairussalim, saat hadir dalam kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa dalam meningkatkan produktivitas kerbau rawa, tidak hanya meningkatkan jumlah populasinya tetapi juga bagaimana cara untuk meningkatkan nilai -nilai ekonomi yang lain seperti pariwisata dan UMKM.

Oleh karena itu, ia berharap tradisi syukuran melalui zakat hewan kerbau ini dapat dijadikan sebagai ikon pariwisata, disamping membangkitkan kembali wisata pacu balap kerbau rawa yang pernah populer di Kecamatan Paminggir.

” Kami memohon kepada seluruh masyarakat yang ada di sini dapat terus menjaga dan melestarikan budaya yang ada di desa ini,” imbuhnya.

Senada, Camat Paminggir, Ahmad Yani, berharap budaya ini menjadi salah satu rangkaian pariwisata di kecamatan Paminggir, disamping fasilitas pacu balap kerbau rawa.

“Kami berharap kegiatan ‘Bazakat Hadangan (Kerbau)’ ini termasuk salah satu rangkaian yang dapat dirangkai sehingga dapat mendapatkan para turis sehingga dapat menghidupkan perekonomian di kecamatan Paminggir khususnya di Desa Bararawa,” pungkasnya.

Sekedar informasi, selama ini Kerbau rawa menjadi salah satu andalan di Kabupaten HSU dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

Kerbau rawa dipilih karena kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan rawa dan lahan tergenang, membuatnya menjadi komoditas unggulan di Kabupaten HSU khususnya di kecamatan paminggir.

Kerbau rawa memang memiliki keistimewaan, seperti kemampuan mencerna pakan berkualitas rendah dan adaptasi yang baik di lingkungan sulit. Ini membuatnya menjadi pilihan tepat untuk dikembangkan di daerah-daerah dengan lahan terbatas seperti rawa.(MC HSU/Wahyu/ Yudi)

Editor Dedi

Loading

error: KONTEN DILINDUNGI !