Amuntai – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berjalan dengan lancar.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten HSU pada pelaksanaan UN tingkat SMP tahun 2018 seratus persen menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), meskipun ada sekolah yang melaksanakan secara mandiri dan juga ada sekolah yang harus bergabung dengan sekolah lainnya.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) HSU, H Rahmat, Rabu (25/4). Menurutnya pelaksanaan UNBK sejak senin hingga hari ketiga berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah UN tingkat SMP berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Kelancaran pelaksanaan UNBK ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak termasuk pihak sekolah yang bersedia menyediakan tempat untuk bergabung dengan sekolah yang belum memiliki server, serta dukungan dari orang tua siswa.
Bahkan berdasarkan pantauan, SMP yang melaksanakan UNBK bersedia turut serta membantu melakukan mobilisasi, sehingga tercipta kelancaran pelaksanaan UNBK ini.
“Kita berterima kasih kepada sekolah yang bersedia membantu, orang tua siswa juga mendukung. Kita juga melihat ada mobilisasi sekolah yang bergabung. Dukungan sekolah sangat tinggi,” kata Rahmat.
Karena HSU baru sekitar 30 persen SMP yang memiliki server, Rahmat berharap kedepannya akan ditargetkan minimal sudah 70 persen memiliki server, sehingga memudahkan melaksanakan UNBK secara mandiri.
“Di HSU sarana belum lengkap, baru 30 persen. Tahun depan diharapkan sudah bisa mandiri melaksanakan UNBK,” katanya.
Sementara untuk peningkatan sarana pendidikan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pimpinan yang disambut positif untuk membantu penganggaran server melalui APBD.
“Kita tingkatkan secara bertahap. Sesuai dengan kemampuan keuangan. Paling penting server dulu. Kalau sekolah sudah ada server kan lebih mudah,” lanjutnya.
Terpisah, Kabid Bina SMP Herwansah Budi mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK tahun ini berjumlah sebanyak 3.556 siswa yang terdiri dari SMP sebanyak 1.186 dan MTs sebanyak 2.370 orang.
“Adapun jumlah SMP sebanyak 30. Ada 11 sekolah yang melaksanakan secara mandiri, dan sisanya 19 sekolah bergabung,” tambah Budi.
Menurut Budi, pelaksanaan UNBK ini jauh lebih efisien ketimbang ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP), karena siswa lebih fokus mengerjakan soal-soal sehingga suasana ujian lebih nyaman. (Diskominfo/tim)
![]()




