Kamis, 21 Mei 2026
Pertanian

‎TANAM PERDANA MUSIM KEMARAU 2026, PEMKAB HSU SALURKAN BANTUAN BENIH UNTUK KELOMPOK TANI

AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan tanam perdana Musim Tanam Musim Kemarau Tahun 2026 di Desa Panawakan, Kecamatan Haur Gading, Selasa (19/5/2026).

‎Kegiatan tanam perdana tersebut turut dirangkai dengan penyerahan bantuan benih padi, drone Brigade Pangan, boat traktor serta bantu dari bidang tanaman pangan DPKP Provinsi Kalsel senilai Rp. 1.203.936.750 untuk mendukung pengelolaan lahan rawa di Kabupaten HSU.

‎Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian HSU, Haridi menyampaikan bahwa Desa Panawakan memiliki enam kelompok tani dan sebelumnya telah melaksanakan panen pada Musim Tanam Musim Hujan Tahun 2026.

‎”Saya berharap lokasi tersebut nantinya masih dapat kembali ditanami pada Musim Kemarau II maupun Musim Hujan, sehingga petani dapat melaksanakan tiga kali masa tanam dalam setahun,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, ia menambahkan pada tahun 2026, Kabupaten HSU memperoleh alokasi luas tanam sebesar 17.712 hektare yang juga didukung rencana Cetak Sawah Rakyat seluas sekitar 300 hektare.

‎Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih sebanyak 247.375 kilogram. Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten HSU sebanyak 43.600 kilogram, APBD Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 10.625 kilogram, dan APBN sebanyak 193.150 kilogram.

‎“Dengan adanya bantuan benih ini diharapkan dapat mengurangi beban petani dalam penyediaan sarana produksi usaha tani,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Bupati HSU Sahrujani menegaskan bahwa masa depan perekonomian HSU berada di hamparan lahan rawa yang memiliki potensi luar biasa melalui integrasi sektor pertanian dan perikanan.

‎Menurutnya, tantangan lahan basah harus mampu diubah menjadi kekuatan ekonomi yang mensejahterakan masyarakat.

‎”Ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada slogan, tetapi harus diwujudkan melalui gerakan nyata bersama para petani, brigade pangan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

‎Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan sektor pertanian sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan untuk daerah.

‎Usai kegiatan, Bupati Sahrujani turut berdiskusi langsung bersama kelompok tani terkait berbagai persoalan pertanian di lapangan, mulai dari kebutuhan benih, kondisi irigasi, hingga kesiapan alat dan mesin pertanian untuk mendukung peningkatan produksi.

‎Dalam diskusi tersebut, para petani menyampaikan harapan agar bantuan sarana produksi pertanian dapat terus ditingkatkan guna menunjang keberhasilan musim tanam dan menjaga ketahanan pangan daerah.

‎Adapun kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati HSU, unsur DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dan DPRD HSU, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Forkopimda, kepala SKPD, camat, kepala desa, hingga kelompok tani penerima bantuan benih.
‎(MC HSU/Rizki/Rafly)

‎Editor Wahyu