Kamis, 19 Februari 2026
Agama

PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL, HSU GELAR TABLIGH AKBAR DAN TADARUS AL-QUR’AN

 

Amuntai – Dalam rangka memperingati hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Tausyiah/Tabligh Akbar dan Tadarus 40 Khatam Al-Qur’an, di Masjid Raya At-Taqwa Amuntai, Minggu (29/10).

Acara ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Hulu Sungai Utara, Forkopimda, Ulama, serta Ustazd-Ustadzah dan para santri dari Pondok Pesantren se-HSU.

Adapun santri yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih 1.200 peserta, yang berasal Ponpes dari tingkat SLTP dan SLTA.

Menurut Ketua Panitia Nashiruddin Hapsi S.Pd, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi terhadap peringatan hari santri nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, sebagaimana yang ditetapkan oleh presiden RI.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan menanamkan rasa kecintaan dan kebanggaan pada NKRI dan pendidikan keagamaan sebagaimana tema hari ini yaitu “Santri Mandiri, NKRI Hebat”, ujar Nashiruddin.

Nashiruddin menambahkan, peringatan Hari Santri Nasional secara serentak dengan mengundang semua Pondok Pesantren seperti ini pertama kali dilaksanakan di Hulu Sungai Utara.

Melalui kegiatan ini, Bupati HSU Drs. H. Abdul Wahid HK, MM., M.Si berharap semua masyarakat mengetahui akan pentingnya menjalin silaturahmi guna menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Menurutnya, seiring peringatan Hari Santri juga telah membuktikan besarnya jasa para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Menjaga keutuhan NKRI dengan dasar Pancasila adalah tanggung jawab kita bersama”, tegas Wahid.

Oleh karena itu, Wahid berharap kepada semua eleman masyarakat tidak terkecuali para santri harus mewaspadai kemungkinan adanya kelompok-kelompok yang dapat merusak dan memecah persatuan dan kesatuan NKRI.

“Beberapa tahun terakhir kita menemukan gejala kurangnya semangat kebangsaan di kalangan kaum muda. Hal ini terlihat dari rendahnya solidaritas sosial, menipisnya semangat bela negera, serta kurangnya pengetahuan remaja tentang sejarah dan budaya”, lanjut Wahid

Wahid menambahkan, guna mengatasi masalah yang sangat merisaukan ini sangat diperlukan peranan pendidikan, seperti di pondok pesantren sebagai wadah untuk mendidik dan menumbuhkan karakter bagi kaum muda.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini memberikan semangat dan pencerahan kepada para santri”, harap Wahid (Diskominfo/tim).

Loading

Leave a Response

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Diskominfosandi HSU
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: KONTEN DILINDUNGI !