![]()
Amuntai – Kepala Balai Diklat Industri Kayu dan Logam Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Prabowo, berkeinginan agar nantinya para perajin sasirangan di daerah dapat mempercepat proses pengolahan kain sasirangan melalui bantuan mesin inovasi pencelup kain.
Hal tersebut diungkapkannya usai sebelumnya mengikuti pembukaan pengembangan teknis pembuatan mesin pencelup kain sasirangan selama 10 hari bagi pengusaha/perajin perbengkelan se-Kalimantan Selatan di Nagara Kabupaten HSS, Jum’at (15/2).
Menurutnya, berawal dari pemberian pelatihan pembuatan mesin pencelup kain sasirangan ini, nantinya mesin-mesin tersebut akan dijadikan sebagai alat mempermudah proses pencelupan kain sasirangan, tidak hanya perajin di wilayah Kabupaten HSU, akan tetapi juga bagi perajin kain sasirangan di seluruh Kalimantan Selatan.
“Adapun sasaran untuk penggunaan mesin pencelup kain sasirangan tersebut nantinya paling tidak untuk kelompok IKM yang berada di masyarakat,” jelas Agus.
Agus menambahkan, untuk koordinasi dengan Disperindagkop Kabupaten HSU atau Kabupaten/Kota lainnya di Kalsel, dia mengaku siap memberikan bantuan pelatihan dan sebagainya.
Usai memberikan pelatihan logam pembuatan mesin pencelup kain sasirangan di Balai Pelatihan Logam di Nagara, bulan Maret mendatang pihaknya akan menggelar kembali untuk pelatihan bahan kayu di Amuntai.
“Karena untuk saat ini Balai Pelatihan Industri Logam dan Kayu pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalsel hanya ada di Kabupaten HSS dan HSU,” imbuhnya.
Ditemui terpisah usai membuka pelatihan sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalsel, H. Mahyuni, mengungkapkan adanya mesin pencelup kain sasirangan ini sebagai jawaban atas permintaan kain sasirangan dengan jumlah massal.
“Melalui kegiatan pelatihan pembuatan inovasi mesin pencelup kain sasirangan ini diharapkan nanti manfaatnya dapat dirasakan oleh para perajin perbengkelan dan para perajin kain sasirangan itu sendiri,” terang Mahyuni.
Dia menyebutkan, permasalahan permintaan kain sasirangan ini pertama kali muncul ketika tahun 2018 kemarin, Kalsel diminta untuk menyediakan 3000 potong kain sasirangan oleh pihak Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta sebagai pakaian karyawan/karyawati petugas TMII selama 1 tahun dengan jangka waktu pengerjaan 1 bulan.
Oleh karena itu, guna menjawab kebutuhan para pelaku usaha, di tahun 2019 ini Disperindagkop Kalsel berupaya memberikan kemudahan bagi para perajin melalui terwujudnya mesin pencelup kain sasirangan, agar dapat mempercepat proses pembuatannya.
“Kami berharap kepada para pelaku usaha, baik perajin, Kepala Balai Pelatihan, serta Kepala Seksi Pelatihan yang mempunyai ide kreatif dan inovasi dapat menyampaikan kepada kita sebagai program kegiatan selanjutnya, sehingga dapat menjawab apa yang menjadi kebutuhan para pelaku usaha,” imbuhnya.
Mahyuni meyakinkan agar para perajin bengkel yang membuat mesin pencelup kain sasirangan ini tidak perlu khawatir terhadap penjualannya, karena pihaknya akan berupaya membantu untuk memasarkan dan menghubungkannya dengan para perajin agar produksi mesin pencelup kain ini nantinya dapat dibeli secara langsung oleh perajin atau melalui kelompok-kelompok IKM di seluruh Kalimantan Selatan. (Diskominfo/wahyu)
![]()




