Jumat, 9 Oktober 2026
Kerajinan

KERAJINAN ILUNG BANYU HIRANG DIPERKENALKAN KE DUNIA, BUPATI HSU: PRODUK LOKAL HARUS TEMBUS PASAR GLOBAL

AMUNTAI — Kerajinan ilung karya masyarakat Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), kini semakin dikenal dunia. Produk unggulan lokal tersebut dipamerkan dan diperkenalkan kepada peserta Field Visit & International Community Service (ICS) INTAN-HANDIL 2026, Kamis (8/10/2026) sore.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Konferensi Internasional INTAN-HANDIL yang mengangkat tema pengembangan pertanian lahan basah dan infrastruktur dataran rendah berkelanjutan. Kunjungan ke Desa Banyu Hirang menjadi momentum memperkenalkan potensi lokal, khususnya kerajinan berbasis sumber daya alam rawa yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi oleh Kelompok Usaha Bersama Kembang Ilung Banyu Hirang.

Bupati HSU H. Sahrujani memberikan apresiasi atas kreativitas warga yang mampu mengubah potensi alam sekitar menjadi produk bernilai jual sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

“Kerajinan ilung ini adalah potensi yang luar biasa. Dari bahan di sekitar kita, masyarakat mampu menghasilkan karya yang bernilai ekonomi dan seni. Ini harus terus kita dukung dan kembangkan,” ujarnya.

Bupati juga menyambut baik adanya kerja sama dengan mitra dari Belanda yang berpotensi membuka akses pasar yang lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian mitra dari Belanda. Ini menjadi peluang nyata bagi produk kerajinan lokal kita untuk menembus pasar internasional,” katanya.

Sementara itu, Prof. FX Suryadi dari Belanda menyampaikan ketertarikannya terhadap produk kerajinan ilung dan berkomitmen membantu pemasarannya ke pasar Eropa.

“Produk kerajinan di sini memiliki keunikan budaya dan nilai kearifan lokal yang sangat menarik. Kami akan berupaya membantu memperkenalkan dan memasarkan kerajinan dari HSU ke Belanda,” ungkapnya.

Ia menilai produk berbasis bahan alam dengan sentuhan budaya lokal memiliki daya saing dan daya tarik tersendiri di mata pasar global.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati HSU, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Sekretaris Daerah HSU Adi Lesmana, unsur Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, serta jajaran kepala SKPD terkait. Turut hadir para peserta dan narasumber dari Jepang, Belanda, Bangladesh, Universitas Lambung Mangkurat, dan berbagai instansi terkait.

Kunjungan ini tidak hanya membuka peluang pasar, tetapi juga memperlihatkan bahwa masyarakat di kawasan lahan rawa mampu tumbuh dan berkembang melalui inovasi, kreativitas, dan kolaborasi lintas negara.(MC HSU/Rizki–Ikhsan–Fadil)
Editor: Wahyu