Kamis, 19 Februari 2026
Umum

KEMBANGKAN USAHA PENINGGALAN ORANG TUA, SUCIPTO HASILKAN 100 KG TEMPE TIAP PRODUKSI

AMUNTAI – Tempe merupakan makanan asli rakyat Indonesia yang sudah lama menjadi makanan konsumsi yang banyak digemari berbagai kalangan. Selain murah dan rasanya yang gurih, tempe juga dianggap memiliki nilai nutrisi tinggi karena adanya proses fermentasi dalam pembuatannya.

Salah satu pengusaha tempe “Tempe super cap rumah banjar” yang ada di RT. 05 Desa Lok Bangkai Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sucipto menjelaskan, usaha yang ia tekuni sejak tahun 1997 hingga sekarang ini adalah hasil usaha turun temurun dari orang tua.

“Usaha yang saya jalani ini adalah usaha turun temurun dari orang tua, dengan kebutuhan masyarakat terhadap tempe yang selalu ada menjadikan usaha saya ini bisa bertahan sampai sekarang.” ucapnya, Minggu (28/3/2021).

Sucipto mengatakan, dari usaha pembuatan tempe satu kali produksi ia bisa menghabiskan 100kg bahkan lebih dalam satu kali pengolahan bersama dengan 4 karyawannya.

“Biasanya satu kali proses pembuatan kita bisa memproduksi kurang lebih 100kg, dan proses pengolahannya 4 hari sampai bisa dijual atau dikonsumsi.” kata sucipto.

Adapun tahapan pengolahan sampai menjadi tempe yang bisa dikonsumsi masyarakat yaitu biji kedelai akan direbus dalam waktu 3 jam, setelah direbus kedelai harus direndam 1 malam. Setelah melewati tahap perebusan, kedelai akan melewati tahap pembelahan biji serta dicuci sekaligus dibuang kulitnya.

Lebih lanjut, biji kedelai akan dikeringkan selama 1-2 jam, jika biji kedelai sudah kering akan diberikan ragi tempe dan akan dilakukan pengemasan sampai menjadi tempe yang bisa dipasarkan kepada masyarakat. (Diskominfo/Putra/Nata)

Loading

Leave a Response

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Diskominfosandi HSU
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: KONTEN DILINDUNGI !