
Amuntai – Diawali dengan Pembacaan Surat Yasin dan pembacaan Maulid Al-Azab, peringatan Haul ke-20 Tuan Guru KH. Ahmad Riduan atau yang lebih dikenal dengan Guru Lok Bangkai di Desa Lok Bangkai kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin malam (23/4), berlangsung khidmat. Dihadiri ribuan jamaah dari pelosok HSU dan juga dari luar daerah.
Meski acara dimulai setelah sholat isya, namun ribuan jamaah sudah memadati acara sejak ba’da magrib. Di sepanjang jalan menuju tempat acara pun banyak yang membagikan makanan serta minuman secara gratis.
Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui televisi Pemkab HSU yaitu Kominfo TV, serta disediakannya layar proyektor di beberapa titik, sehingga meskipun jauh para jamaah tetap dapat menyaksikan jalannya acara tersebut.
Haul ke-20 kali ini juga dihadiri tokoh-tokoh agama, ulama, para habaib, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten HSU, seperti Bupati HSU Drs. H. Abdul Wahid HK, MM., M.Si dan Plt Sekda drh. H. Suyadi.
Acara haul ini selalu tampak istimewa, karena hampir setiap tahun ada ulama dan habaib yang secara langsung datang dari luar daerah untuk mengisi tausyiah, seperti kedatangan Habib Husein bin Alwy bin Agiel dari Probolinggo Jawa Timur.
Pada haul kali ini, juga diisi dengan pembacaan manaqib singkat Tuan Guru KH. Ahmad Riduan (Guru Lok Bangkai) yang dibacakan oleh KH. Ahmad Mu’thi pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Tholibin Amuntai, serta Pembacaan tahlil dan doa bersama, sehingga membuat acara semakin bertambah khidmat.
Sementara itu, Habib Husein mengatakan, kedatangannya ke acara haul kali ini dikarenakan kecintaannya kepada ulama, khususnya kepada yang dihauli, padahal dirinya mengaku tak pernah kenal dengan sosok almarhum. Namun karena kecintaannya kepada ulama dan Auliya Allah, maka ia berhadir di acara kali ini.
Dikatakannya, apabila kita bercerita tentang sosok ulama ataupun Auliya Allah SWT, maka tidak akan pernah selesai diceritakan, oleh karena itu perlu ambil hikmahnya.
“Jadikan kecintaan kita kepada ulama dan Auliya Allah SWT sebagai modal kelak di hari akhir, karena seseorang akan bersama orang yang ia cintai kelak di akhirat nanti,” imbuh Habib Husein sembari membacakan Hadist Nabi Muhammad SAW.
Sembari memberikan contoh dari kecintaannya terhadap ulama dan Auliya Allah itu, para jamaah diharapkan dapat mengambil hikmah dari kisah nyata yang terjadi pada Ashabul Kahfi, yaitu karena kecintaan anjing di dalam kisah tersebut terhadap tuannya yang dimuliakan Allah, maka anjing itupun akhirnya ikut dimuliakan Allah SWT juga.
“Hal ini tertuang di dalam Al-Qur’an, walaupun anjing tersebut binatang yang najis, namun karena cintanya kepada tuannya yang dimuliakan Allah, maka Allah pun akhirnya memuliakannya. Apalagi kita manusia yang mulia, semoga kita dimuliakan Allah karena kita cinta terhadap Auliya-Nya,” pungkas Habib Husein. (Diskominfo/wahyu/indah)
![]()




