Kamis, 19 Februari 2026
InovasiKesehatan

HADIR DI AMUNTAI EXPO 2025 “SIKAPOS” NAKES TELADAN KALSEL SIAP DUKUNG PENURUNAN STUNTING DI HSU

AMUNTAI – Sorotan tajam tertuju pada inovasi gemilang di bidang kesehatan yang diperkenalkan oleh Andrian Fascal, seorang nutrisionis berdedikasi dari Puskesmas Sungai Malang. Peraih penghargaan Nakes Teladan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024 ini hadir di Amuntai Expo 2025 dengan inovasi transformatifnya, Sistem Informasi Kader Posyandu (SIKAPOS).

SIKAPOS hadir sebagai solusi cerdas untuk menjawab tantangan pencatatan dan pelaporan manual yang selama ini dihadapi oleh para kader posyandu.

Aplikasi berbasis digital ini dirancang khusus untuk memudahkan dan mengefisienkan alur informasi dari garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa langsung ke petugas kesehatan di puskesmas.

Lebih dari sekadar digitalisasi data, SIKAPOS memiliki manfaat signifikan dalam upaya deteksi dini kasus stunting. Dengan data yang terstruktur dan real-time, petugas kesehatan dapat dengan cepat mengidentifikasi potensi risiko stunting pada balita, memungkinkan intervensi yang lebih awal dan tepat sasaran.

Inovasi ini secara langsung mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting di wilayah Hulu Sungai Utara.

“SIKAPOS lahir dari keprihatinan saya melihat betapa pentingnya peran kader posyandu, namun seringkali terkendala dengan sistem pencatatan yang masih manual,” ungkap Andrian Fascal di sela-sela pameran, kamis (15/5/2025).

“Saya berharap aplikasi ini dapat menjadi jembatan informasi yang efektif, sehingga upaya kita bersama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting, dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Andrian Fascal juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Puskesmas Sungai Malang, Dinas Kesehatan Kabupaten HSU dan BAPPEDALITBANG Kabupaten HSU atas dukungan dan kesempatan yang telah diberikan sehingga inovasi SIKAPOS dapat dipamerkan di Amuntai Expo 2025.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang telah diberikan. Kepercayaan dan fasilitas yang diberikan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan SIKAPOS agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Banyak pihak yang melihat potensi besar aplikasi ini dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Keunggulan SIKAPOS tidak hanya terletak pada kemudahan penggunaan, tetapi juga pada kemampuannya untuk mengintegrasikan data secara komprehensif, memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi anak di wilayah kerja puskesmas.

“Dengan segala manfaat dan potensi yang dimilikinya, SIKAPOS diharapkan dapat menjadi model inovasi digital di bidang kesehatan yang dapat direplikasi di puskesmas-puskesmas lain, khususnya dalam memberdayakan kader posyandu,” imbuhnya.

Disamping itu, Andrian juga berharap agar pemerintah daerah, maupun pihak swasta dapat memberikan dukungan dan dorongan untuk pengembangan lebih lanjut aplikasi SIKAPOS.

“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi dan dukungan. Pengembangan lebih lanjut akan memungkinkan SIKAPOS memiliki fitur yang lebih canggih dan dapat menjangkau seluruh kader posyandu serta pihak-pihak terkait di Hulu Sungai Utara, bahkan mungkin di seluruh Kalimantan Selatan,” imbuh Andrian.

Kehadiran SIKAPOS di Amuntai Expo 2025 menjadi bukti nyata bahwa inovasi di tingkat pelayanan kesehatan primer memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Mari bersama mendukung inovasi seperti SIKAPOS agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kesehatan bangsa,” pungkasnya.(diskominfosandi Wahyu/dkk)

Loading

error: KONTEN DILINDUNGI !