Selasa, 14 April 2026
kebudayaanPendidikan

‎DISPENDIKBUD HSU GELAR LOMBA CERDAS CERMAT KEBUDAYAAN, DORONG PENGETAHUAN SISWA TENTANG WARISAN NUSANTARA

‎AMUNTAI – Demi menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal maupun nasional sejak dini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan (LCCK) tingkat Kabupaten, Selasa (14/4/2026).

‎Acara yang berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara Dispendikbud HSU ini diikuti oleh 25 tim perwakilan dari berbagai sekolah menengah pertama (SLTP) se-Kabupaten HSU.

‎Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan seleksi LCCK sekaligus sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki daerah maupun Indonesia.

‎Kepala Bidang Kebudayaan Dispendikbud HSU, Rahmawati menyampaikan bahwa kegiatan LCCK ini merupakan tahun ke tiga dari agenda rutin penyelenggaraan.

‎”Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kecintaan dan apresiasi siswa – siswi terhadap warisan budaya, sejarah serta permusiuman Indonesia,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala Dispendikbud HSU, Rahman Heriadi dalam sambutannya mengaku bangga atas antusias para pelajar yang mengikuti kegiatan ini.

‎”Kami selaku dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara berbangga hati bahwa acara ini diikuti oleh 25 sekolah dari 31 sekolah tingkat SLTP yang ada di kabupaten hulu sungai utara,” kata Rahman saat membuka kegiatan.

‎Ditengah kemajuan zaman dan teknologi, ia mengajak para peserta kembali untuk menggali pengetahuan dan wawasannya tentang bagaimana kebudayaan nasional Indonesia khususnya kebudayaan daerah. Baik itu, peninggalan-peninggalan bersejarah berwujud benda maupun tak wujud benda.

‎”Kita berharap akan lahir generasi- generasi emas generasi-generasi muda yang mengerti dan memahami bagaimana kebudayaan kebudayaan nenek moyang kita yang begitu luhur, yang perlu kita Junjung tinggi, yang perlu kita ikuti dan yang perlu kita pedomani dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

‎Kompetisi yang berlangsung sengit ini mengusung materi soal yang beragam, mulai dari sejarah daerah, tokoh pahlawan, seni tradisi, rumah adat, pakaian daerah, hingga sistem nilai budaya masyarakat setempat.

‎Para peserta tampak antusias dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memperebutkan gelar juara. Puncak acara ditutup dengan sesi penyerahan hadiah bagi tim pemenang. Pemenang pertama berhak mewakili Kabupaten HSU untuk bertanding pada tingkat Provinsi yang akan datang.

‎Diharapkan, kegiatan rutin ini dapat terus digelar setiap tahun demi menjaga kelestarian budaya dan menciptakan generasi muda yang berbudaya, berilmu, dan berkarakter. (MC HSU/Wahyu/Jimmy)

‎Editor Putra