Kamis, 19 Februari 2026
Lingkungan Hidup

AMBAHAI RECYCLE, TEROBOSAN PENYELAMATAN LINGKUNGAN BERNILAI EKONOMIS

 

Amuntai – Jejak positif PT Adaro jelas terlihat di Desa Ambahai Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Tahun 2008 yang lalu menjadi awal kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan tersebut, menyentuh masyarakat Ambahai termasuk dukungan infrastruktur dan upaya peningkatan sumber daya manusia.

Jumat 18 Januari sampai Minggu 20 Januari 2019, pihak PT Adaro kembali membawa sebuah terobosan pemberdayaan masyarakat bermuatan kesehatan dan penyelamatan lingkungan bernilai ekonomis bagi warga.

Misi itu, penyadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah plastik ke aliran sungai atau rawa dengan jargon Ambahai Recycle. Tak main-main, seorang instruktur hasil kerajinan berbahan baku limbah plastik yang sudah mendunia didatangkan Adaro; owner Trashion Ibu Yanti dari Jakarta hadir di Desa Ambahai untuk melatih ibu-ibu desa.

Aan Nurhadi mewakili Pimpinan CSR PT Adaro menyampaikan bahwa kedatangan kali ini membawa seorang trainer dengan hasil karya daur ulangnya yang sudah mendunia. Amerika, Inggris, sampai Jepang merupakan pasar dari hasil kerajinan benda yang sebelumnya tak bernilai, namun di tangan trainer ini mampu disulap menjadi produk yang bernilai.

“Saya harapkan ibu-ibu yang hadir di sini bisa menyerap ilmu beliau. Sebab lewat kampanye Ambahai Recycle ini, masyarakat bisa ikut melestarikan lingkungan di samping menerima manfaat dari program daur ulang. Dan suatu kembanggaan bahwa Ambahai menjadi desa percontohan untuk program daur ulang sampah di daerah ini,” sampai Aan, sapaan akrabnya.

“Perusahaan berharap lewat pelatihan ini, kader nantinya menghasilkan produk yang bernilai manfaat dan ekonomi keluarga, dan lewat kader mampu menularkan kesadaran cinta lingkungan. Ibu harus bisa menjadi agen perubahan bagi masyarakat desa, dengan tidak lagi membuang sampah plastik ke aliran sungai,” ajaknya.

Sementara itu, Ibu Yanti Trainer Daur Ulang, menyatakan kehadirannya di Ambahai untuk menularkan ilmunya supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat desa. Apabila warga semangat dirinya akan lebih semangat lagi untuk melatih para warga dalam pengelolaan sampah plastik kemasan daur ulang bernilai ekonomis, sebab butuh waktu 500 tahun baru sampah plastik terurai.

“Jadi kalau kita menghasilkan sampah, minimal mengurangi dengan memanfaatkannya menjadi benda. Sebab jika digunakan hanya butuh tiga tahun untuk mengurai plastik secara alami,” sampainya. Yanti juga mengaku dulunya bukan orang yang peduli lingkungan, sampai akhirnya menjadi peduli dan hasil kerajinannya diterima masyarakat, khususnya wisatawan asing.

“Pelanggan saya kebanyakan dari luar negeri. Sebab orang luar menyukai hal unik. Terus terang harga produk daur ulang mahal. Bahkan bisa ratusan ribu rupiah hanya untuk tas belanja. Maka dari itu, mari tangkap peluang dengan memanfaatkan sampah plastik dan tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai atau rawa,” ajaknya.

“Jangan wariskan sampah pada generasi kita ke depan. Jangan sekadar tahu, namun harus bisa menjadi pelopor lingkungan,” sampai Yanti yang mengaku menciptakan 80 jenis produk daur ulang, seperti tas travel, payung, tas belanja, sampai dompet dengan teknik jahit atau ayaman.

Sementara itu, Ketua Yayasan Harapan Mulia Ambahai H Nur Aidi, menyampaikan program CSR ini sangat membantu terhadap masyarakat dan desa, baik itu pendampingan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi kerakyatan. Selama ini Adaro memang sangat intens akan pembangunan desa di sini sejak tahun 2008 lalu.

Harapan masyarakat, Adaro terus melakukan pendampingan seperti peningkatan ekonomi kerakyataan dengan melakukan bantuan modal, usaha perikanan, ternak kerbau, termasuk usaha jahit rumahan.

“Syukur Alhamdulilah, atas kehadiran Adaro dan Ibu Yanti melatih kader desa kami,” kata Nur yang diiakan oleh Sertu Inf Juniansyah selaku mantan Babinsa Ambahai.

Untuk diketahui, CSR PT Adaro menaungi lima bidang, yakni Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya, Ekonomi, dan Lingkungan. Bukti Adaro di atas perairan Ambahai yakni pembinaan Pos Pelayanan Terpadu ‘Udang’ Ambahai, Posyandu Lansia ‘Mawar Merah’, Bina Keluarga Balita ‘Sayang Ibu’, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ‘Harapan Mulia’, termasuk dalam waktu dekat ini yakni fasilitas Bank Sampah dan program Ambahai Recycle. (Diskominfo/tim)

Loading

Leave a Response

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Diskominfosandi HSU
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: KONTEN DILINDUNGI !