Selasa, 27 Oktober 2026
BudayaSeni

SANGGAR SENI TANAHARUM HSU SABET PENYAJI TERBAIK III FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II

BANJARMASIN — Sanggar Seni Tanaharum Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berhasil meraih penghargaan Penyaji Terbaik III pada Festival Teater Bahasa Banjar II yang digelar di Balairung Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin.
‎
Pementasan berjudul “Basaung Buntut” tampil pada Jumat malam (23/10/2026) mereka berhasil menyisihkan sejumlah peserta lain selama lima hari penyelenggaraan festival.
‎
‎Lakon “Basaung Buntut” merupakan karya Erwin Noveyadi, S.Pd., disutradarai oleh H. M. Junaidi.
‎
Pementasan ini terinspirasi dari tradisi Topeng Pantul atau Bapantulan dalam kebudayaan Banjar, dengan mengadaptasi karakter tokoh dalam Wayang Kulit Purwa Banjar, dipadukan dengan iringan musik gamelan tradisional.
‎
‎Secara garis besar, cerita ini mengisahkan Utuh Cingkaruk yang berkeinginan menikahi Aluh Cutbal.
‎
Konflik semakin menarik ketika terungkap Aluh Cutbal memiliki anak bernama Aluh Cutring, sementara ayah Utuh Cingkaruk, Julak Galam yang menduda, justru berkeinginan menikahi Aluh Cutring sendiri.
‎
Kisah ini dikemas dengan dialog dan humor khas masyarakat Banjar yang menghadirkan pertentangan antara keinginan pribadi, hubungan keluarga, dan nilai-nilai adat.
‎
‎Selain meraih Penyaji Terbaik III, karya ini juga masuk dalam sejumlah nominasi bergengsi: H. M. Junaidi (Sutradara Terbaik), Erwin Noveyadi dan Faisal Refki (Aktor Terbaik), serta nominasi Artistik Terbaik.
‎
‎Prestasi ini membuktikan kreativitas dan dedikasi seniman HSU dalam menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat nilai tradisi dan kearifan lokal. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat eksistensi seni teater berbahasa Banjar sebagai sarana pelestarian bahasa dan identitas budaya daerah.
‎
‎Sanggar Seni Tanaharum diharapkan terus berinovasi dan menginspirasi generasi muda untuk turut melestarikan kekayaan budaya Banjar. Capaian ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Hulu Sungai Utara di kancah seni dan budaya Kalimantan Selatan.(MC HSU/Rafly)
‎
‎Editor: Wahyu