
AMUNTAI — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (7/9/2026).
Para mahasiswa secara tegas mendesak DPRD dan Pemerintah Daerah HSU berkomitmen nyata menyelesaikan sejumlah persoalan mendesak diantaranya memperketat kewaspadaan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan kabut asap, menindak tegas pelaku pembakaran lahan, menstabilkan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya di tingkat pengecer dan kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) serta mengusut dan menindak tegas praktik mafia BBM.
Merespons aksi tersebut, Bupati HSU H. Sahrujani hadir didampingi Wakil Bupati Hero Setiawan, sejumlah pejabat SKPD, serta unsur Forkopimda turun langsung berhadapan dengan para mahasiswa bersama Ketua DPRD HSU H. Fadillah dan anggotanya untuk menerima serta menjawab tuntutan yang disampaikan.
Bupati HSU H. Sahrujani secara terbuka menyatakan kesiapan menerima seluruh masukan yang dilayangkan para mahasiswa sebagai bahan perbaikan dan langkah tindak lanjut pemerintah daerah.
”Kami menerima dengan baik semua masukan yang disampaikan adik-adik sekalian. Hal-hal yang menjadi perhatian kalian akan kami pelajari dan tindak lanjuti secepatnya demi kepentingan masyarakat Kabupaten HSU,” ujar Sahrujani di hadapan para demonstran.
Terkait Karhutla, Bupati memastikan upaya dan langkah optimal untuk terus menanggulangi dan menavigasinya. Sedangkan terkait persoalan BBM pihaknya bersama DPRD HSU juga telah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk menangani permasalahan tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD HSU H. Fadillah juga memastikan komitmen lembaganya untuk menampung dan membahas seluruh aspirasi yang disampaikan.
”Semua masukan dari adik-adik mahasiswa tentunya kami pelajari dan dibahas di Rapat Kerja nantinya,” tegas Fadillah.
Dalam aksinya, para mahasiswa menyoroti memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla yang belum tertangani optimal, serta tingginya harga BBM dan kelangkaan di beberapa titik yang diduga terkait praktik permainan harga.
Mereka menegaskan karhutla bukan sekadar fenomena alam, dan pelaku pembakaran lahan harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Suasana penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan damai. Berkas tuntutan diserahkan dan diterima langsung oleh pimpinan daerah. Para mahasiswa berharap ada langkah konkret dalam waktu dekat, jika tidak ada perubahan signifikan, mereka berencana kembali menggelar aksi serupa dua minggu mendatang.(MC HSU/Wahyu)
Editor Dedi




