Kamis, 19 Februari 2026
Pemerintahan

‎FOCUS TANGANI BANJIR, PEMPROV KALSEL GELAR RAKOR RENCANA PENGENDALIAN BANJIR DI KAWASAN BANUA ANAM

AMUNTAI – Demi memperoleh kesepakatan dan mewujudkan program kerjasama antar daerah dalam penanganan banjir, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama 6 Kabupaten se- Banua Anam menggelar
‎Rapat Koordinasi (Rakor) rencana pengendalian banjir di kawasan Banua Anam, yang bertempat di Aula Dr KH Idham Chalid Amuntai, Rabu (11/2/2026).

‎Rakor ini melibatkan, Pemerintah Provinsi Kalsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov Kalsel, unsur pimpinan daerah se-Banua Anam meliputi Pemerintah Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Tabalong dan Hulu Sungai Utara (HSU) selaku tuan rumah, anggota DPRD HSU, unsur Forkopimda dan SKPD dilingkungan Pemkab HSU serta pihak-pihak terkait lain.

‎Dalam laporannya, Kepala Bappeda Prov Kalsel, Suprapti Tri Astuti, mengatakan rakor ini bertujuan untuk mengumpulkan  strategi, menyamakan persepsi, visi dan misi, membuat rencana aksi secara bersama-sama dalam penanganan banjir di wilayah Banua Anam.

‎” Penanganan banjir itu harus kita kerjakan secara bersama-sama dalam pengendalian banjir dari kesiapan perencanaan sampai dengan pembagian kegiatan fisik yang dikerjakan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi kemudian pemerintah Kabupaten di kawasan Banua Anam,” katanya.

‎Seiring dengan itu, Bupati HSU, H Sahrujani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa melihat kondisi banjir yang selama ini terjadi, melalui rakor ini diharapkan dapat menyatukan persepsi dan langkah bersama dalam penanggulangan bencana banjir.

‎”Kegiatan (Rakor) ini kita lakukan untuk anak cucu kita pada masa-masa yang akan datang, ini perlu kita tekankan bersama,” kata Bupati Sahrujani.

‎Menurutnya, perlunya kerjasama antara pemerintah kabupaten se Banua Anam dan Pemerintah Provinsi Kalsel dalam pengendalian banjir kedepannya dapat terealisasi.

‎Sementara itu, Gubernur Kalsel, H Muhidin menekankan bahwa rakor ini sangat penting bagi pemangku kepentingan untuk bersama -sama menanggulangi banjir dengan berbagai cara salah satunya menghindari pendangkalan sungai dan penyempitan daerah aliran sungai.

‎Selain itu, terkait dana penanganan banjir orang nomor satu di Kalsel ini juga menekankan kepada kemampuan daerah masing-masing di tambah dengan bantuan pemerintah provinsi nantinya, oleh karena itu perlunya perencanaan dan kesepakatan bersama dalam penanggulangan banjir ini.

‎Ia juga menekankan pentingnya realisasi dan aksi usai rakor ini menemukan strategi yang tepat dalam pembangunan banjir.

‎” Percuma kita lakukan kegiatan ini kalau rencana nya tidak kita lakukan, jadi kita perlu kolaborasi bersama dalam penanggulangan banjir yang sebenarnya,” imbuhnya.

‎Dalam rakor ini juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama terkait pengendalian banjir di kawasan Banua Anam. (MC HSU/ Wahyu/ Jimy)

‎Editor Dedi

Loading

error: KONTEN DILINDUNGI !