Kamis, 19 Februari 2026
KeagamaanSeleksi

PAWAI TA’ARUF MTQ KE-36 TINGKAT PROVINSI KALSEL MERIAH, KAFILAH HSU BAGIKAN GULA BATU ITIK DAN TELOR ITIK GRATIS

MARTAPURA – Masjid Jami Pandulangan yang dibalut dengan budaya kearifan lokal menjadi salah satu konsep dari Kafilah Hulu Sungai Utara (HSU) saat memeriahkan pembuka parade Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXVI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025 di Kabupaten Banjar, Sabtu (21/6/2025) sore.

Dari pantauan di lapangan, tampak antusiasme warga masyarakat untuk menyaksikan pawai ta’aruf MTQ XXXVI Kalsel yang dihelat di Kabupaten Banjar tahun 2025.

Pawai ta’aruf yang diikuti 13 kafilah Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Banjar, Saidi Mansur didampingi Wakil Bupati Said Idrus Al Habsyi.

Saat mengikuti parade Kafilah Kabupaten HSU juga diiringi dengan kesenian sinoman hadrah dan mobil hias bertema kearifan lokal Kabupaten HSU.

Dalam parade pawai ta’aruf kali ini, tampak ikut serta bersama rombongan kafilah HSU, Sekretaris Daerah (Sekda) HSU, Adi Lesmana berserta istri, Ketua DPRD HSU, Fadillah, Kepala KanKemenag HSU Nahdiyatul Husna, Ketua TP PKK HSU Murniati Sahrujani bersama Wakilnya Mayang Melani dan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) HSU, Husairi Abdi yang membagikan beberapa cemilan khas HSU diantaranya kue (wadai) duduitan, gula batu itik dan telur itik.

Akhmad Riawwannor, salah satu official kafilah HSU mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan dekorasi mobil hias dengan konsep islami dan budaya kearifan lokal Kabupaten HSU agar dapat ditampilkan memeriahkan kegiatan pawai ta’aruf MTQ ke- 36 Kalsel kali ini.

“Tema mobil Hias kita adalah ‘Melestarikan Budaya lokal Hulu Sungai Utara Bangkit Bersama Al- Qur’an, Berbakti untuk Banua’ dan Semboyan Kafilah ‘Datang Ke Martapura Sebagai Kafilah, siap menang kadada yang kalah,” bebernya.

Menurutnya, selain menampilkan miniatur al- quran yang mencerminkan kecintaan masyarakat Kabupaten HSU terhadap baca Alquran, mobil hias Kafilah HSU juga menampilkan miniatur ikon itik Alabio dan masjid Jami’ Pandulangan di desa Pandulangan Kecamatan Sungai Pandan Alabio, yang merupakan salah satu mesjid tertua di Kalimantan yang didirikan pada tahun 1878 sekarang berusia 147 Tahun.

“Mesjid Jami’ ini memiliki 3 tingkatan atap yang melambangkan Iman, Islam dan Ihsan, atau dalam sisi lain unsur Agama, Adat Budaya dan Tekhnologi Modern yang saling menyatu dan tidak terpisahkan unsur budaya,” jelasnya.

Ditambah dengan aneka pernak-pernik kerajinan UMKM lokal seperti tangguh, alat tangkap ikan “Lukah” anyaman pun, eceng gondok, dan kuliner lokal seperti gula batu itik dan telur itik.

Dengan mengikuti pawai ta’aruf ini ia berharap untuk berpartisipasi memeriahkan MTQ kali ini, sekaligus untuk memperkenalkan budaya kearifan lokal Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Diskominfosandi/ Wahyu/Aulia)

Editor Tim

Loading

error: KONTEN DILINDUNGI !