Sabtu, 4 April 2026
Kesehatan

BPOM HSU GELAR OPERASI TERPADU PANGAN FORTIFIKASI GARAM BERYODIUM

AMUNTAI – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan Operasi Terpadu Pangan Fortifikasi Garam Beryodium di pasar Amuntai, Jum’at (16/8).

Operasi Terpadu Pangan Fortifikasi Garam Beryodium dilakukan sebagai upaya mendukung penurunan stunting dengan menggunakan Mobil Laboratorium Keliling, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Disperindagkop-UKM.

Jumlah sampel yang diuji berjumlah 10 dengan menggunakan Yodium Test Kit. Uji kuantitatif untuk menentukan kadar yodium menggunakan test kit didapatkan hasil bahwa 1 sampel garam mempunyai kadar kurang dari 30 ppm.

“Dari sampel yang beredar kita ambil 10 sampel dengan 6 merk yang kita uji dengan menggunakan test kit yodium. Dari 10 sampel kita dapatkan ada 3 sampel dengan 1 merk yang sama tidak memenuhi syarat. Persyaratan garam sesuai standar SNI yaitu 30 – 80 ppm, dimana dari hasil uji kami dapatkan di bawah standar atau tepatnya 27 ppm. Sampel yang tidak memenuhi standar kami rujuk ke Laboratorium Balai Besar POM di Banjarmasin untuk dilakukan uji ulang untuk menentukan apakah benar kandungan yodium yang ada di garam tersebut tidak memenuhi standar, setelah itu apabila benar ditemukan tidak memenuhi standar, maka akan diberikan teguran dan peringatan kepada industri garam tersebut,” jelas Bambang selaku Kepala Kantor BPOM HSU.

Fortifikasi yodium ini penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencegah stunting (kondisi gagal tumbuh kembang pada balita), di samping meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk garam dalam negeri. (Diskominfo/ikhsan/jimmy)

Leave a Response

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Diskominfosandi HSU
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Utara