Jumat, 20 Februari 2026
Kesehatan

10 DESA STUNTING DI HSU DISOSIALISASI PADAT KARYA TUNAI DESA

 

Amuntai – Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan mengadakan Sosialisasi Padat Karya Tunai Desa untuk 10 Desa Stunting yang ada di Kabupaten HSU.

Kegiatan dilaksanakan di Aula 1 Dinas Kesehatan, dihadiri oleh Kepala Desa dari 10 Desa stunting, kader kesehatan, dan petugas gizi, Rabu (31/10).

“Ada 10 desa stunting di 6 Kecamatan Kabupaten HSU. Kecamatan Danau Panggang ada 1 desa, Kecamatan Babirik ada 2 desa, Kecamatan Sungai Pandan ada 4 desa, Kecamatan Banjang ada 1 desa, Kecamatan Amuntai Selatan ada 1 desa, dan Kecamatan Haur Gading ada 1 desa yang telah menerima bantuan kesehatan dari Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan TP PKK. Bantuan yang diberikan merupakan hasil pertemuan di pusat pada bulan Oktober kemarin,” ungkap Ketua TP PKK HSU Hj. Anisah Rasidah.

Menurut Anisah, kegiatan ini bertujuan untuk pemberian makanan pada ibu hamil dan anak balita sebagai pembelajaran pada ibu hamil dan ibu-ibu yang memiliki anak balita di 10 desa stunting.

“Semoga dengan kegiatan ini, ibu-ibu kader dan ibu TP PKK desa dan peDinas Kominfo HSUkominfotugas gizi bisa bekerjasama dengan baik sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan. Program ini hanya dianggarkan pada tahun 2018, tetapi saya berharap semoga kegiatan tetap dilanjutkan oleh kepala desa dengan bantuan dana desa yang telah diberikan,” kata Anisah.

“Ini juga masukan dari bapak Bupati, program ini tidak berakhir di tahun 2018 tetapi terus berlanjut, karena tujuan kita untuk meningkatkan gizi anak, agar tercipta anak sehat kuat cerdas dan berkualitas yang nantinya anak-anak ini sangat berperan untuk pembangunan kabupaten HSU,” tambahnya.

Sementara itu, Pengelola Rencana dan Evaluasi Program Gizi Masyarakat Chairun Nisa mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan ternyata di Desa Baruh Kecamatan Danau Panggang terdapat 190 orang yang mengalami stunting, berbeda dengan desa lainnya yang terdapat sekitar 50 orang lebih yang mengalami stunting.

“Jadi, pada kegiatan ini kita akan membahas cara pengolahan makanan, hal ini untuk pemenuhan gizi ibu hamil dan anak balita. Masyarakat yang menyiapkan makanan lokal mengolah dan menyajikan sesuai kebutuhan gizi ibu hamil. Menu akan dibuat oleh petugas gizi. Menu sama di hari yang sama, 10 desa serentak, dan terjadwal. Akan ada pengawasan dari kabupaten,” ungkap Nisa.

“Makanan yang diberikan sesuai dengan bahan pangan desa yang mudah didapat. Kita akan terlebih dahulu menyusun menu. Hari ini kita akan memilih menu untuk 8 kali kegiatan. Makanan pokok, lauk pauk sumber protein nabati seperti tahu tempe, sayur-sayuranan, dan buah-buahan disesuaikan dengan usia ibu hamil dan balita,” tambahnya.

Disela kegiatan juga dilakukan aksi Germas aktifitas fisik berupa peregangan yang diikuti oleh seluruh peserta sosialisasi.

Adapun Plt. Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa kegiatan penanganan stunting ini merupakan regulasi serta kebijakan dari Kementerian Kesehatan tentang Padat Karya Tunai Desa di Bidang Kesehatan dalam rangka penanganan stunting yang melibatkan PKTD STBM dan PKTD Gizi masyarakat. (Diskominfo/tim/indah)

Loading

Leave a Response

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Diskominfosandi HSU
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: KONTEN DILINDUNGI !